JagoSatu.com - Roblox akhirnya beneran nyudahin era pencet asal tanggal lahir. Sekarang, siapa pun yang mau pakai fitur chat wajib verifikasi wajah. Fitur ini sudah rilis global buat semua pemain. Jujur, ini tinggal nunggu waktu aja.
Tekanan hukum dari jaksa agung Texas dan Louisiana jadi pemicunya. Roblox dituduh jadi tempat berkembangnya konten negatif. Langkah ini diambil karena tekanan hukum dan potensi larangan yang bisa merugikan raksasa teknologi tersebut.
Cara mainnya simpel aja: buka aplikasi, izinkan akses kamera, lalu ikuti pemindaian wajah singkat. Roblox janji langsung hapus datanya setelah beres. Walau privasi dijamin, rasanya tetap sedikit aneh kalau harus scan kepala.
Dilansir oleh TrendForce, tujuan utamanya adalah beralih ke cara verifikasi yang lebih akurat. Kalau ini beneran bisa hentikan gangguan di dalam game, jelas ini kemenangan besar buat keamanan industri game secara keseluruhan.
Buat yang sudah 13 tahun ke atas, scan wajah ini nggak wajib-wajib banget karena bisa pakai kartu identitas. Tapi kalau nggak verifikasi, kalian nggak bisa chat. Karena chat itu jantungnya Roblox, verifikasi ini jadi wajib.
Urusan teknis verifikasi ini diserahkan ke pihak luar bernama Persona. Sama seperti Roblox, mereka janji hapus data visual setelah selesai. Ini langkah cerdas buat Roblox supaya nggak kena beban nyimpen data biometrik yang sensitif.
Dikutip dari TrendForce, sistem ini sudah jalan di AS dan Inggris setelah sukses di Australia. Jutaan pemain sudah antre buat verifikasi demi tetap bisa chat. Skalanya hebat, walau mungkin bakal bikin repot pemain muda.
Bagi pemain di bawah 9 tahun, fitur chat otomatis dimatikan kecuali orang tua kasih izin langsung. Ini memastikan anak-anak terlindungi dari interaksi luar. Bisa dibilang langkah ini telat, tapi lebih baik daripada nggak sama sekali.
Setelah verifikasi, pemain dibagi ke enam kelompok usia. Kalian cuma bisa chat dengan orang di grup yang sama atau grup terdekat saja. Strategi ini bagus banget buat cegah percakapan pribadi antara orang dewasa dan anak-anak.
Menariknya, dilansir oleh TrendForce, Roblox pakai AI buat pantau gerak-gerik pemain. Kalau perilaku kalian nggak cocok sama usia saat verifikasi, bakal diminta scan ulang. Kedengarannya seperti film fiksi ilmiah, tapi masuk akal demi keamanan.
Kalau hasil scan wajahnya salah, kalian masih bisa ajukan banding ke bantuan pelanggan. Kalian bisa kasih bukti lain atau minta bantuan orang tua. Algoritma memang nggak sempurna, jadi opsi bantuan orang beneran itu penting.
Dikutip dari TrendForce, aturan ini juga bakal berlaku buat para kreator di Roblox Studio. Mereka mau seluruh ekosistem, dari pemain sampai pembuat game, beneran terverifikasi. Jadi, pengembang profesional harus siap-siap webcam atau kartu identitas.
Roblox mau jadikan ini standar baru buat industri game sosial lainnya. Mereka berharap bisa buat lingkungan yang lebih aman tanpa ngerusak serunya main bareng. Sepertinya Discord atau Epic Games juga lagi ngintip langkah ini.
Hampir separuh populasi remaja di AS main platform ini, jadi risikonya nggak main-main. Roblox berharap pemain mau sedikit repot demi keamanan sosial. Ini beneran eksperimen sosial besar-besaran yang lagi kita lihat sekarang.
Langkah ini memang terasa seperti pengawasan ketat, tapi mungkin sepadan demi jagain pemain dari sisi gelap internet. Nah, kalau menurut kalian, apakah scan wajah ini harga yang pantas demi bisa chattingan lagi? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung