JagoSatu.com - BMW dan Mercedes baru saja menjadikan ajang CES 2026 sebagai panggung pamer asisten AI yang canggih. Ini tanda kalau mobil kita nanti mungkin bakal jauh lebih pintar daripada smartphone lama yang kita punya.
Bisa menangani percakapan alami hingga banyak perintah sekaligus, asisten AI generatif "Alexa+" ini akan memulai debutnya pada BMW iX3 terbaru. Pembaruan canggih tersebut dijadwalkan hadir di AS dan Jerman pada paruh kedua tahun 2026.
Dilansir oleh cbtnews.com, BMW jadi produsen pertama yang mengintegrasikan Alexa+ ke sistem mereka. Teknologi ini jadi nyawa bagi lini "Neue Klasse", yang menunjukkan ambisi besar BMW di dunia kendaraan yang sepenuhnya dikendalikan perangkat lunak.
Di sisi lain, Mercedes-Benz memboyong GLC listrik ke pasar Amerika untuk peluncuran perdananya. SUV ini benar-benar monster teknologi yang dilengkapi "MBUX Hyperscreen" raksasa, audio spasial, hingga suspensi udara yang bisa menyesuaikan diri otomatis.
Sistem MBUX generasi keempat ini mencatat sejarah baru karena menggabungkan AI dari Microsoft dan Google sekaligus. Mercedes menyebut kolaborasi ini membantu pencarian informasi jadi lebih cerdas dan bisa memprediksi kebiasaan mengemudi penggunanya secara akurat.
Seperti dikutip dari cbtnews.com, Mercedes juga memamerkan seri CLA yang dibekali sistem "MB.Drive Assist Pro". Dikembangkan bersama Nvidia, platform ini diklaim mampu menavigasi jalanan kota yang rumit, mulai dari area parkir sampai ke titik tujuan.
Teknologi "MB.Drive Assist Pro" ini berbasis software, sehingga kemampuannya bisa terus meningkat lewat pembaruan jarak jauh. Dukungan daya komputasi Nvidia yang masif digunakan untuk memproses data sensor dan kamera secara instan demi keamanan navigasi.
Dikutip dari cbtnews.com, para produsen otomotif kini mulai fokus pada kendaraan berbasis perangkat lunak. Bagi mereka, pengalaman digital di dalam kabin sekarang dianggap sama pentingnya dengan kekuatan mesin yang ada di bawah kap.
Asisten pintar BMW juga memungkinkan kamu menyambungkan akun Amazon untuk streaming musik hingga akses berita. Sistemnya bahkan bisa menyarankan rute alternatif sebelum kamu menyadari ada kemacetan parah yang menunggu di depan mata.
Hebatnya lagi, kamu bisa menanyakan banyak hal umum kepada mobil BMW ini, mulai dari resep masakan sampai skor pertandingan bola. Berkat dukungan Large Language Model, mobil ini siap menjawab segala pertanyaan layaknya seorang asisten pribadi.
Mercedes pun tak mau kalah dengan menghadirkan audio spasial Dolby Atmos yang mengubah kabin menjadi aula konser berjalan. Dikombinasikan dengan suspensi cerdas, GLC listrik ini dirancang menjadi SUV paling nyaman dan tercanggih di kelasnya.
Dilansir oleh cbtnews.com, GLC listrik akan menantang langsung BMW iX3 di pasar Amerika pada tahun 2026. Persaingan sengit ini memaksa kedua brand raksasa Jerman tersebut untuk saling balap dalam menciptakan inovasi software yang paling mutakhir.
Laju inovasi AI yang sangat cepat membuat siklus pengembangan kendaraan tradisional kini jadi jauh lebih singkat. CES 2026 memberikan pesan kuat bahwa produsen mobil harus mulai berpikir seperti perusahaan teknologi jika tidak ingin tertinggal.
Di sisi lain, Ford menargetkan fitur berkendara tanpa kemudi pada 2028, sementara Hyundai mulai menyiapkan robot humanoid. Fokus industri otomotif kini benar-benar bergeser dari urusan piston mesin ke urusan baris kode pemrograman.
BMW dan Mercedes telah membuka pintu menuju masa depan di mana mobil berperan sebagai rekan setir yang cerdas. Nah, apakah kalian berani menyerahkan kendali penuh pada AI saat harus membelah macetnya pusat kota? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung