JagoSatu.com - Mui Board beneran rilis jadi produk nyata setelah sebelumnya cuma jadi konsep di CES. Kenalin, panel rumah pintar berkonsep "teknologi tenang" yang menyatu dalam balok kayu, dirancang buat menggantikan layar gadget yang biasanya silau.
Saat aktif, ikon cahaya muncul di balik balok kayu maple atau ceri yang tadinya terlihat polos. Tampilannya super bersih, memungkinkan kalian mengontrol rumah tanpa gangguan iklan atau notifikasi yang biasanya muncul di layar biasa.
Dilansir oleh Verge, otak di balik panel kayu ini ternyata ditenagai oleh Raspberry Pi. Perangkat ini berfungsi sebagai pengontrol Matter yang terhubung ke merek populer seperti Sonos hingga Philips Hue buat mengatur lampu rumah.
Fitur-fiturnya juga unik dan bikin takjub, mulai dari "mode piano" sampai kirim pesan tulisan tangan. Bahkan ada fitur "Veil of Night" buat mengatur timer tidur cuma dengan menggambar garis di permukaan kayu tersebut.
Tapi harganya beneran bikin geleng-geleng, yaitu sekitar $999 atau hampir 16 juta rupiah. Dengan harga segitu, perangkat ini rasanya lebih cocok masuk kategori barang koleksi mewah daripada gadget buat apartemen orang biasa.
Dikutip dari The Verge, meskipun sistemnya terasa responsif, software-nya ternyata masih cukup terbatas buat urusan otomatisasi yang kompleks. Tanpa lampu LED yang menyala, perangkat ini malah cuma terlihat seperti balok kayu biasa di dinding.
Masalah desain yang paling didebatin adalah kabel daya yang menjuntai di bagian bawah. Efek "ketenangan" yang ingin ditonjolkan malah terganggu sama pemandangan kabel yang berantakan, yang menurut kritikus justru merusak estetika minimalisnya.
Ada juga masalah kenyamanan pemakaian kalau kalian memasangnya di area yang salah. Dikutip dari The Verge, kalau dipasang di atas sofa, tamu bisa saja tidak sengaja membenturkan kepala mereka ke balok kayu padat ini.
Soal kabel ini juga jadi perdebatan keamanan kelistrikan kalau kalian nekat menyembunyikannya di balik dinding. Sebaiknya jangan ambil risiko kebakaran rumah cuma demi estetika pengontrol rumah pintar yang terlihat rapi di dinding kalian.
Buat urusan jeroannya, papan ini sudah dukung Matter lewat Wi-Fi tapi sayangnya belum punya radio Thread bawaan. Padahal dengan harga selangit, absennya fitur Thread terasa seperti kekurangan besar buat perangkat yang katanya masa depan.
Detail kayak timer lampu nunjukin keseriusan mereka dalam menggarap fitur fungsional. Dilansir oleh The Verge, ke depannya Mui Labs bahkan berencana menambah kontrol berbasis gerakan serta pengalaman baru yang lebih fokus pada kualitas tidur pengguna.
Bisa dibilang ini perpaduan unik antara karya seni dan alat bantu rumah tangga. Produk ini jadi ujian, apakah orang-orang mau membayar harga premium demi mendapatkan ketenangan dan kesederhanaan di tengah gempuran layar digital.
Ada yang bilang mending nunggu versi tiruan yang lebih terjangkau di Amazon nantinya. Tapi banyak juga yang membela desain aslinya, karena menganggap inovasi teknologi yang "tenang" seperti ini harus tetap kita apresiasi secara nilai seni.
Masa depan Mui Board ini arahnya ke sistem sensor yang lebih canggih dan tidak mencolok. Mereka sukses membawa angin segar di pasar smart home yang biasanya terlalu bising dengan notifikasi dan layar yang terus menyala.
Mui Board emang jadi perwujudan mimpi teknologi yang estetik meski harganya masih sangat kontroversial. Nah, menurut kalian, apakah fitur ketenangan dan material kayu ini sepadan dengan uang belasan juta rupiah? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung