JagoSatu.com - Mira pamerin alat unik berbentuk telur di CES 2026 buat ngintip kondisi hormon lewat urin. Monitor Ultra4 seharga $249 ini bakal gantiin tes lab ribet jadi analisis canggih yang bisa ditaruh di kamar mandi rumah.
Sistemnya pakai dua bagian: alat analisis dan "Ultra4 Wand" buat nampung urin. Alat ini ngelacak empat hormon reproduksi sekaligus, meski nunggu hasilnya sekitar 16 menit emang kerasa lumayan makan waktu buat ukuran gadget modern masa kini.
Dilansir oleh The Verge, tujuannya buat bantu kelola kesehatan secara proaktif, kayak PCOS atau perimenopause. CEO Sylvia Kang klaim teknologi ini punya akurasi setara laboratorium yang nggak dimiliki alat uji rumahan versi lama seperti termometer.
Pengguna cukup isi survei di aplikasi buat nentuin fokus pelacakannya. Setelah stik dicelup ke wadah khusus, tinggal masukin ke alat analisisnya. Integrasi aplikasinya pinter, walau proses manualnya masih terasa sangat konvensional untuk teknologi kelas atas.
Harganya sekitar $249 buat paket awal, tapi isi ulangnya lumayan menguras kantong di angka $99 per kemasan. Meski bukan alat kontrasepsi, perangkat ini sudah terdaftar resmi sebagai perangkat kesehatan Kelas I oleh pihak FDA.
Dengan data hormon selama beberapa bulan, pengguna bisa nemu pola gejala kayak sakit kepala. Punya grafik hormon sendiri buat ditunjukin ke dokter tentu jauh lebih efektif daripada cuma bilang merasa "nggak enak badan" tanpa data.
Dikutip dari The Verge, uniknya 40 persen pengguna justru nggak lagi program hamil. Mereka lebih tertarik pantau menopause. Ini bukti kalau teknologi kesehatan sekarang mulai fokus ke kebutuhan wanita yang lebih luas, bukan cuma soal kesuburan.
Mira berencana ekspansi ke pengujian darah dan air liur buat pantau kesehatan jangka panjang. Meski tes darah terdengar lebih akurat, untuk sekarang tes urin rasanya jauh lebih praktis dan nyaman buat penggunaan mandiri di rumah.
Dilansir oleh The Verge, pandemi bikin orang makin ingin cek kesehatan sendiri. Brand besar kayak Withings dan Oura pun mulai melirik bidang ini, menandakan persaingan "kesehatan proaktif" bakal jadi medan tempur teknologi besar berikutnya.
Aplikasinya juga edukatif banget karena jelasin fungsi tiap hormon ke penggunanya. Tapi ingat, meski alatnya canggih dan bisa prediksi cadangan sel telur, jangan sampai kita mendiagnosis diri sendiri tanpa konsultasi ke dokter ahli yang nyata.
Dengan posisi sebagai gadget premium, Mira jadi pelopor tren "teknologi perimenopause" di CES. Industri akhirnya sadar kalau pasar kesehatan wanita punya potensi besar yang selama ini sering kurang diperhatikan oleh perusahaan teknologi arus utama.
Dikutip dari The Verge, kemunculan Ultra4 di CES 2026 nandaian ambisi mereka buat ekspansi global. Ini tren menarik di mana orang mulai pengen hasil lab instan tanpa harus repot-repot pergi kunjungi laboratorium fisik secara langsung.
Sylvia Kang bikin alat ini setelah lihat teman-temannya kesulitan soal kesuburan tanpa tahu penyebab pastinya. Dia pengen kasih "pemahaman nyata" soal tubuh manusia yang nggak bisa didapat cuma dari sekadar alat termometer suhu basal biasa.
Pengguna butuh disiplin tinggi karena tes harus dilakukan lima hari berturut-turut selama dua siklus. Ini investasi jangka panjang yang cukup mahal, mengingat kalian harus terus beli paket stik pengukurnya secara rutin demi data yang akurat.
Mira sukses ubah kamar mandi jadi lab mini buat pantau kesehatan hormon secara instan. Meski harganya lumayan tinggi, data yang didapat bisa jadi penyelamat kesehatan. Nah, kira-kira kalian berminat nggak buat punya gadget ini? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung