Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Bye Tagihan Mahal! Microsoft Janji Lindungi Kantong Warga dari Dampak AI

Toar Rotulung • 2026-01-19 00:00:00
Foto Logo Microsoft di pameran industri Hannover Messe
Foto Logo Microsoft di pameran industri Hannover Messe

JagoSatu.com - Microsoft ingin mengubah citra negatif pusat data raksasa mereka melalui inisiatif "Community-First AI Infrastructure". Mereka berjanji menanggung penuh biaya listrik. Perusahaan triliunan dolar ini akhirnya sadar untuk tidak lagi "ngemis" harga miring.

Booming AI bikin perusahaan teknologi berlomba bangun pusat data buat chatbot. Namun, warga khawatir tagihan listrik melonjak dan stok air ludes. Intinya, adanya data center di sebelah rumah nggak boleh bikin warga susah mandi air kemasan.

Dilansir oleh Ars Technica, permintaan listrik global untuk pusat data bakal melonjak dua kali lipat pada 2030. Amerika Serikat diprediksi menanggung beban terberat. Mengandalkan jaringan listrik tua untuk permintaan sebesar ini tentu sangat berisiko.

Microsoft ingin pasang standar baru yang lebih pro-rakyat demi meredam kritik. Ada lima janji besar, mulai dari bayar listrik penuh sampai dana pelatihan AI. Kedengarannya menjanjikan, tapi kita lihat saja realisasi lapangan kerjanya nanti.

Presiden Microsoft, Brad Smith, mengakui tarif listrik warga sudah naik akibat inflasi. Ia paham masyarakat butuh pajak tapi ogah menanggung biaya tinggi. Warga nggak perlu nanggung biaya pendinginan server cuma demi konten AI orang lain.

Brad Smith menekankan bahwa sangat tidak adil meminta publik membiayai kebutuhan daya AI. Perusahaan teknologi sudah sangat untung sehingga mampu membiayai operasional sendiri. Akhirnya, ada petinggi yang jujur bahwa mereka tidak butuh uang pajak rakyat.

Microsoft bahkan meminta penyedia listrik menetapkan tarif tinggi bagi mereka agar tidak membebani warga. Di Wisconsin, mereka sudah mendukung aturan biaya khusus bagi "Pelanggan Sangat Besar". Ini momen langka kesadaran diri sebuah raksasa teknologi.

Dampak lingkungan AI ternyata ngeri banget. Melatih satu model AI besar saja bisa menghabiskan air setara 100 kolam renang Olimpiade. Microsoft menargetkan penurunan intensitas penggunaan air sebesar 40 persen pada tahun 2030 mendatang.

Untuk pangkas penggunaan air secara masif, Microsoft menerapkan sistem pendinginan cairan tertutup. Teknologi yang sudah ada di Georgia ini diklaim tidak butuh air minum sama sekali. Keren juga melihat sistem ala PC gaming diterapkan skala industri.

Menariknya, Microsoft berjanji nggak akan lagi hobi minta potongan pajak dari pemerintah daerah. Mereka siap bayar pajak penuh untuk mendanai fasilitas publik seperti rumah sakit. Langkah ini patut diapresiasi karena biasanya mereka sangat pelit.

Dikutip dari Ars Technica, komitmen ini ditargetkan berjalan sepenuhnya pada awal 2026. Waktunya sudah sangat mepet bagi Microsoft untuk membuktikan janji mereka. Semoga saja ini bukan sekadar strategi pemasaran untuk menarik simpati warga sekitar.

Program pelatihan AI juga disiapkan agar komunitas lokal bisa ikut berkembang. Harapannya, daerah tersebut jadi ekosistem digital yang hidup, bukan sekadar gudang mesin doang. Namun, saya curiga warga lebih memilih diringankan beban pajak propertinya saja.

Proyeksi kebutuhan energi yang masif dari IEA menjadi peringatan keras bagi industri teknologi. Jika Microsoft serius, raksasa lain seperti Amazon dan Google mungkin terpaksa ikut berhenti terima subsidi. Pesta subsidi perusahaan besar harus segera berakhir.

Kita harus tetap kritis meski janji mereka terdengar manis. Artikel tersebut memperingatkan bahwa semua ini masih sebatas rencana perusahaan di atas kertas. Realisasi pengeluaran dan tagihan listrik mereka tahun depan tetap harus kita kawal bersama.

Microsoft bertekad mandiri membiayai revolusi AI tanpa bantuan pajak rakyat. Ini tantangan bagi industri: bayar penuh atau pergi dari lingkungan masyarakat. Nah, bagaimana menurut kalian kalau ada pusat data dibangun tepat di samping rumah? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung