JagoSatu.com - Kabar kurang sedap datang buat kita para gamer. NVIDIA dilaporkan rombak habis-habisan strategi RTX 50 untuk tahun 2026. Alih-alih kasih spek tinggi, mereka justru fokus ke RTX 5060 dan varian 8GB untuk seri 5060 Ti.
Penyebab utamanya adalah permintaan besar dari pusat data AI. Dilansir oleh VideoCardz.com, pusat data ini pakai memori yang sama dengan kartu grafis kita. Efeknya, kita harus berebut sisa silikon dengan perusahaan teknologi raksasa dunia.
Ongkos produksi chip memori GDDR7 yang makin mahal juga jadi hambatan besar. Harga memori ini seolah menahan performa kita. NVIDIA akhirnya pilih jalan paling mudah dengan memangkas kapasitas VRAM demi menekan biaya produksi kartu grafisnya.
Dikutip dari VideoCardz.com, laporan Board Channels menyebut pengiriman RTX 5060 Ti 16GB dan 5070 Ti bakal dipangkas. Ini perubahan total dari tahun 2025, di mana produk 8GB yang awalnya kurang diminati malah jadi fokus utama produksi.
Stok di pasar bahkan sudah mulai seret. Pasokan ketat untuk RTX 5070 Ti dan RTX 5080 mulai terasa di Eropa hingga Jepang. Saat kartu kelas menengah mulai hilang, itu tandanya rantai pasokan dunia memang lagi nggak baik-baik saja.
NVIDIA sepertinya lebih pilih "kuantitas di atas kualitas" agar stok kartu di pasar tetap aman. Langkah ini bagus buat profit perusahaan, tapi jelas kabar buruk buat kalian yang mau main Cyberpunk 2077 dengan tekstur rata kanan.
Situasi di kelas atas bahkan lebih suram. Dilansir oleh VideoCardz.com, harga RTX 5090 terus melambung tinggi tanpa henti. Di beberapa wilayah, harga retailnya sudah jauh melampaui harga resmi yang disarankan oleh NVIDIA sendiri.
Kita sempat berharap era VRAM 8GB sudah berakhir di tahun 2025. Namun krisis memori membuat kapasitas 8GB dianggap "cukup" lagi. Rasanya seperti beli makanan dengan bungkus besar tapi isinya malah makin menciut.
Vendor besar seperti ASUS dan MSI kabarnya mulai fokus ke unit VRAM rendah ini. Strategi ini diambil demi memastikan stok kartu grafis "terjangkau" tetap tersedia, meski sebenarnya bukan itu yang sangat diinginkan oleh para antusias.
Faktanya, RTX 5060 sudah mendominasi pasar Korea Selatan dengan menyumbang sepertiga total penjualan NVIDIA. Popularitas ini bikin NVIDIA merasa aman untuk terus jualan kartu 8GB meskipun banyak gamer yang protes karena kapasitasnya yang mepet.
Nasib RTX 5060 Ti 16GB jadi yang paling mengenaskan karena jadi korban pertama krisis memori. Dengan bikin unit ini langka, gamer seolah dipaksa pilih antara versi 8GB atau sekalian naik ke kelas atas yang mahal.
Dikutip dari VideoCardz.com, kenaikan biaya ini diprediksi bakal terus menekan pasar sampai kuartal kedua 2026. Kita mungkin bakal lihat harga GPU yang tersedia di toko-toko bakal naik lagi dalam waktu dekat akibat inflasi komponen ini.
Ke depannya, tiap wilayah bakal punya stok yang beda-beda. Kalau kalian memang butuh kartu 16GB, kalian harus rajin-rajin cek toko daring secara berkala. Kartu dengan VRAM lega bakal jadi barang langka seperti unicorn.
Arsitektur "Blackwell" sebenarnya punya tenaga hebat dengan fitur AI canggih. Tapi, potensi aslinya bakal terhambat kalau VRAM-nya nggak sanggup nampung data game modern. Ibarat mesin sport kencang tapi tangki bensinnya kecil sekali, jadi cepat habis.
NVIDIA bertaruh para gamer bakal tetap beli 8GB karena nggak ada pilihan lain di rak toko. Nah, kalau kondisinya begini, kalian tetap nekat beli kartu 8GB di tahun 2026 atau lebih pilih tunggu sampai krisis memori lewat? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung