Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Bye-Bye Autopilot Gratis! Tesla Kini Paksa Pengguna Bayar Langganan

Toar Rotulung • 2026-01-27 00:00:00
Tesla Roadster
Tesla Roadster

JagoSatu.com - Tesla resmi pensiunkan fitur Autopilot yang selama ini jadi standar di mobil mereka. Langkah ini diambil buat mendorong pengguna beralih ke software Full Self-Driving (FSD) yang lebih canggih sekaligus lebih mahal harganya.

Ibaratnya, fitur 'gratisan' kalian ditarik dan diganti dengan layanan berbayar yang lumayan menguras kantong. Perubahan besar ini dipastikan bakal mengubah standar setiap mobil Tesla baru yang baru saja keluar dari dealer resmi mereka.

Fakta hukum menunjukkan Tesla sempat terancam sanksi di California karena tuduhan pemasaran yang menipu. Hakim menilai Tesla sudah lama melebih-lebihkan kemampuan fitur mereka, baik itu untuk sistem Autopilot maupun Full Self-Driving.

Dilansir oleh TechCrunch, otoritas California memberi waktu 60 hari bagi Tesla untuk segera menghapus nama Autopilot tersebut. Kini, mobil standar Tesla hanya akan dibekali fitur Traffic Aware Cruise Control yang sangat mendasar.

Kehilangan Autosteer sebagai fitur standar jelas terasa seperti langkah mundur bagi brand yang selama ini dikenal sebagai pionir teknologi. Tesla juga mengumumkan akan menghapus opsi pembelian putus untuk fitur FSD mulai Februari mendatang.

Nantinya, FSD hanya tersedia lewat sistem langganan bulanan sebesar $99. Elon Musk bahkan sudah memperingatkan kalau harga ini bisa terus naik. Selamat datang di era di mana fitur mobil harus berlangganan setiap bulan!

Elon Musk memang punya mimpi besar soal pengemudi yang bisa santai sambil main HP atau tidur di jalan. Namun, kenyataannya aturan hukum masih melarang hal itu, dan mengemudi tanpa pengawasan masih jadi tantangan besar.

Dikutip dari TechCrunch, Tesla sempat menguji robotaxi Model Y di Austin tanpa pengemudi di dalamnya. Meski terdengar keren, mobil tersebut ternyata masih harus diikuti oleh mobil pengawas lain dari belakang selama perjalanan.

Minat pengguna terhadap fitur Full Self-Driving (FSD) ternyata nggak seindah omongan para bos Tesla. Hingga akhir 2025, hanya sekitar 12 persen pemilik Tesla yang benar-benar mau mengeluarkan uang untuk berlangganan software ini.

Selama satu dekade terakhir, Tesla terus dikritik karena ratusan kecelakaan yang melibatkan Autopilot. Banyak pihak menilai pemasaran produk "Beta" ini sangat berbahaya karena memicu rasa percaya diri berlebihan dari para pengemudi di jalan.

Menariknya, Autopilot sebenarnya adalah "Rencana B" setelah Elon Musk gagal kerja sama dengan Google dulu. Dilansir oleh TechCrunch, fitur yang awalnya jadi identitas Tesla ini baru dijadikan standar pada semua mobil mereka tahun 2019.

Lembaga keselamatan NHTSA pun sudah lama memantau masalah keamanan ini secara ketat. Dengan mengganti nama menjadi "FSD Supervised," Tesla tampaknya mencoba mengatur ulang narasi sekaligus menghindari tanggung jawab hukum yang lebih berat.

Dikutip dari TechCrunch, update terbaru di situs resmi Tesla menunjukkan kalau fitur "Autosteer" sudah bukan lagi standar gratisan. Pemilik mobil baru kini wajib membayar biaya bulanan jika ingin mobilnya bisa membantu menyetir sendiri.

Kalau Tesla gagal meyakinkan pengguna buat berlangganan, nilai perusahaan mereka bisa terancam anjlok. Mereka bukan lagi sekadar produsen mobil, melainkan perusahaan software yang bergantung pada tagihan rutin bulanan dari para penggunanya.

Tesla benar-benar bertaruh segalanya pada sistem langganan FSD ini demi memuaskan regulator dan mengejar keuntungan. Nah, kira-kira kalian rela nggak membayar sekitar 1,5 juta rupiah per bulan cuma untuk fitur setir otomatis? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung