Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Cuma Modal USB, Tesla dan Berbagai Mobil Pintar Berhasil Diretas!

Toar Rotulung • 2026-01-27 00:00:00
Bos Twitter dan Tesla, Elon Musk.
Bos Twitter dan Tesla, Elon Musk.

agoSatu.com - Pwn2Own Automotive 2026 di Tokyo baru saja dibuka dan langsung jadi mimpi buruk buat produsen mobil. Bayangkan, dalam sehari saja, peneliti keamanan sukses temukan 37 celah zero-day dan mengantongi hadiah lebih dari setengah juta dolar.

Cuma modal USB, tim Synacktiv jadi bintang utama setelah raih akses root di sistem infotainment Tesla. Lewat kombinasi eksploitasi celah khusus, mereka sukses mengamankan hadiah sebesar $35.000. Bayangkan kalau cuma modal USB saja mobil bisa dibobol.

Dilansir oleh BleepingComputer, para peneliti juga menargetkan sistem operasi mobil seperti Automotive Grade Linux yang sudah diperbarui. Menjebol sistem yang dianggap "paling aman" dalam hitungan menit jadi kenyataan pahit yang harus dihadapi industri otomotif saat ini.

Tim Fuzzware.io sukses panen cuan sebesar $118.000 setelah meretas stasiun pengisian daya dan navigasi Kenwood. Mereka membuktikan bahwa perangkat keras yang mengisi daya mobil kalian ternyata sama rentannya dengan mobil itu sendiri. Ngeri juga, kan?

Tak ketinggalan, pengontrol Phoenix Contact CHARX juga dibobol oleh PetoWorks dengan hadiah $50.000. Sementara itu, Tim DDOS meraup $72.000 setelah meretas tiga stasiun pengisian daya berbeda. Pengisi daya rumah kalian ternyata bisa jadi celah masuk peretas.

Dilansir oleh BleepingComputer, rekor tahun 2024 yang mengumpulkan $1,3 juta dengan 49 celah keamanan sepertinya akan terlampaui. Tahun 2026 ini diprediksi bakal pecah rekor baru karena mobil semakin pintar, tapi peretas ternyata jauh lebih pintar.

Kompetisi yang digelar saat Automotive World di Jepang ini fokus pada infotainment dan infrastruktur EV. Ini jadi ajang pembuktian apakah mobil pintar kita benar-benar aman atau malah jadi risiko keamanan berjalan yang sangat berbahaya.

Dikutip dari BleepingComputer, vendor punya waktu 90 hari untuk memperbaiki celah ini sebelum diungkap ke publik. Waktu 90 hari mungkin terdengar lama, tapi bagi pengembang perangkat lunak, ini adalah balapan dengan waktu yang sangat ketat.

Hari kedua diprediksi takkan lebih mudah bagi produsen karena target selanjutnya adalah pengisi daya Grizzl-E dan Autel. Setiap akses root yang berhasil akan memberikan tambahan hadiah $50.000 bagi peretas. Mirip main di arcade tapi taruhannya keamanan digital.

Bahkan head unit pihak ketiga seperti Sony pun tak luput dari serangan. Satu tim sukses mengantongi $20.000 setelah menjebol penerima media digital Sony. Intinya, kalau ada layar dan prosesornya, peretas di Pwn2Own pasti bisa menjebolnya.

Zero Day Initiative selaku penyelenggara bertindak sebagai jembatan antara peretas dan produsen mobil. Mereka memastikan peneliti dibayar dan vendor dapat data penting untuk menambal celah tersebut. Sebuah ekosistem unik di mana semua pihak sebenarnya diuntungkan.

Potensi rekor baru terlihat karena hari pertama 2026 sudah raup $516.500 dibanding total tahun 2025 sebesar $886.250. Jika tren ini berlanjut, ini bakal jadi ajang peretasan otomotif pertama yang menembus angka jutaan dolar.

Dikutip dari BleepingComputer, para peneliti tetap bisa menjebol sistem yang diklaim sudah "sepenuhnya ditambal". Ini membuktikan bahwa status terbaru belum tentu menjamin keamanan total jika orang-orang berbakat sudah mulai mencari celah untuk mencari keuntungan.

Tim Synacktiv kembali pamer kebolehan dengan meretas penerima media Sony XAV-9500ES hingga mendapatkan akses root. Mereka benar-benar jadi pemain paling berharga tahun ini karena keserbagunaan mereka dalam membobol berbagai jenis perangkat keras otomotif.

Sekarang mobil kita sudah resmi jadi komputer raksasa di atas roda dengan segala risikonya. Dengan puluhan celah yang ditemukan dalam sehari, kira-kira kalian masih merasa aman nggak membawa mobil pintar di jalanan? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung