JagoSatu.com - Sistem "Full Self-Driving" Tesla baru saja mencapai pencapaian yang luar biasa di jalanan umum. Sebuah Tesla Model S 2024 sukses melibas rute "Cannonball Run" sejauh 3.000 mil tanpa bantuan tangan manusia sama sekali.
Bayangkan saja, perjalanan dari pantai ke pantai ini ditempuh selama lebih dari 50 jam. Menggunakan FSD versi 14.2.2.3, Alex Roy dan timnya membuktikan bahwa mobil ini sanggup mengatasi berbagai situasi jalan raya yang sangat menantang.
Hebatnya lagi, mobil ini tetap melaju meskipun harus menghadapi cuaca musim dingin yang ekstrem selama 58 jam nonstop. Menyetir di California yang cerah mungkin mudah, tapi menembus salju adalah ujian paling berat bagi sensornya.
Dilansir oleh Teslarati, rute legendaris dari Redondo Beach ke Manhattan ini menempuh total 3.081 mil. Ini adalah pertama kalinya rute lintas negara tersebut diselesaikan secara otomatis, menjadi bukti nyata atas janji teknologi otonom Tesla.
Mobil ini sanggup mempertahankan kecepatan rata-rata 64 mph meski tim harus berhenti selama 10 jam di Supercharger. Waktu tunggu yang lama itu terasa sepadan karena sepanjang jalan mobil itulah yang melakukan semua pekerjaan melelahkan.
Alex Roy dibuat takjub oleh cara kerja sistem yang stabil dan nyaman sepanjang perjalanan. Dia bahkan curhat kalau perjalanan bisa lebih cepat jika bukan karena kesalahan konyol manusia. Sepertinya "bug" terbesar memang pengemudinya sendiri.
Dikutip dari Teslarati, Tesla Eropa juga mulai memperluas program "ride-along" FSD untuk meyakinkan regulator setempat. Program ini sudah masuk ke Hongaria, Finlandia, hingga Spanyol guna mempercepat adopsi teknologi otonom secara global di benua tersebut.
Di Swedia, Tesla justru lagi ribut dengan serikat pekerja soal akses pelabuhan di Trelleborg. Meskipun ada blokade untuk menghentikan pengiriman, Tesla tetap punya cara main sendiri agar distribusi kendaraan mereka tidak terganggu sama sekali.
Elon Musk juga kasih kode bahwa robot Optimus nantinya bisa dongkrak PDB Bumi secara signifikan. Ambisinya mengejar 10 juta pelanggan FSD aktif demi memicu pertumbuhan ekonomi skala besar melalui teknologi robotika masa depan.
Melalui X, Musk curhat bahwa nilai Tesla melampaui seluruh industri otomotif karena teknologi otonomnya. Dilansir oleh Teslarati, ia berani pasang badan bahwa pertumbuhan robotika akan mengalahkan semua pesaing dalam hal efisiensi ekonomi global.
Cybercab, taksi robot milik Tesla, sekarang juga lagi dites di cuaca dingin sebelum diproduksi. Musk kembali meyakinkan bahwa kendaraan ini sanggup berjalan sendiri tanpa pengawasan, sehingga pemiliknya bisa tidur nyenyak selama perjalanan.
Dikutip dari Teslarati, Tesla juga bikin heboh di Slovakia dengan membuka toko pop-up di Bratislava. Langkah taktis ini diambil untuk memperkenalkan teknologi mereka kepada masyarakat sebelum membangun pusat layanan permanen di negara tersebut.
Slovakia kini sudah siapkan enam lokasi Supercharger dengan 46 titik pengisian daya sebagai modal yang mantap. Ekspansi ini sangat strategis karena wilayah tersebut merupakan jantung dari basis manufaktur otomotif utama di Uni Eropa.
Sementara itu, pengiriman Cybertruck pertama sudah resmi dimulai di UEA dan disambut hangat komunitas lokal. Desainnya yang futuristik memang sangat cocok dengan suasana gurun Dubai, menunjukkan bahwa ekspansi Tesla tidak terhalang masalah hukum.
Keberhasilan Cannonball Run ini semakin memperkuat identitas Tesla sebagai komputer di atas roda. Teknologinya memang semakin matang, tapi apakah Anda cukup percaya pada FSD untuk tidur selama perjalanan darat sejauh 5.000 kilometer? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung