JagoSatu.com - David GadgetIn awali ulasan dengan jargon "semua akan iPhone pada waktunya." Ungkapan ini terasa nyata pas lihat Infinix Note Edge. Mulai tampilan lock screen sampai ikonnya, HP ini memang punya estetika yang sangat mirip sama Apple.
Infinix tetap kasih kejutan teknis meski gayanya ala iPhone. HP ini cetak rekor sebagai HP baterai 6500 mAh paling tipis saat ini. Dengan harga 3,5 juta, kalian sudah dapat layar cakep, mesin bagus, dan fitur menarik lainnya.
Desain kotaknya beda dari seri Note sebelumnya yang biasanya tampil ramai. Kali ini, Note Edge hadir minimalis dengan perpaduan warna silver dan hitam. Kesannya elegan dan mahal, mirip banget sama gaya pengemasan produk-produk kelas atas Apple.
Menariknya, Note Edge jadi ponsel pertama di dunia yang pakai chipset Mediatek Dimensity 7100 5G. Dilansir oleh David GadgetIn, HP ini pegang dua rekor sekaligus: bodi tertipis untuk baterai monster dan jadi yang perdana pakai chipset tersebut.
Spesifikasinya juga nggak main-main, ada RAM 8GB LPDDR5X dan layar 1.5K. Infinix kali ini pede banget janjiin update software 3 tahun sampai Android 19. Dalam kotaknya juga sudah tersedia tempered glass dan kartu perdana Smartfren 48GB.
Satu kejutan di dalam kotak adalah casing bawaannya yang terasa mewah. Teksturnya unik, mirip amplas super lembut. David bilang kalau casing ini dijual di iBox seharga 500 ribu pun orang bakal percaya karena kualitasnya yang jempolan.
Secara fisik, Note Edge emang tipis banget dengan ketebalan cuma 7,2 mm. Bobotnya pun ringan, hanya 185 gram meski baterainya raksasa. Tersedia pilihan warna biru kinclong, hitam, abu-abu titanium, hingga warna hijau yang terlihat premium.
Fitur di sekeliling bodinya lengkap, ada "One Tap Button" hijau yang fungsinya mirip action button iPhone. Sudah ada speaker stereo kolaborasi JBL, NFC, dan IR blaster. Tapi ingat, rating ketahanannya cuma IP65, jadi cuma tahan percikan air.
Nuansa iOS kental banget pas masuk ke antarmuka, mulai dari font jam sampai wallpaper ala iPad M4. Bahkan, desain Control Center ponsel ini meniru estetika "Liquid Glass" milik Apple lengkap dengan efek highlight dan bentuk bulatan ikonnya.
Ada fitur "Instant Transfer" sebagai alternatif AirDrop, tapi performanya bikin David kecewa. Proses pairing-nya agak ribet dan sering gagal. Dikutip dari ulasannya, Infinix disarankan belajar dari sistem transfer milik tetangga yang jauh lebih stabil dan matang.
Layar lengkung 6,78 inci AMOLED di HP ini bikin feel genggamannya makin tipis. Resolusi 1.5K dengan refresh rate 120Hz bikin visualnya cakep dan mulus. Perlindungan Gorilla Glass 7i juga sudah tersedia untuk menjaga keawetan layarnya.
Dikutip dari David GadgetIn, Dimensity 7100 di HP ini tembus skor AnTuTu 800 ribuan, setara Snapdragon 7S Gen 2. Buat main Mobile Legends, performanya lancar jaya di 90 fps. Sayangnya, fabrikasi 6nm bikin dia sedikit tertinggal dibanding kompetitor.
Buat game berat seperti Genshin Impact, performanya terasa standar di kisaran 30-40 fps saja. Untungnya suhu bodi tetap terjaga di 40 derajat Celsius. Sayang, motor getarnya terasa kurang solid, tipikal HP murah yang getarannya kurang presisi.
Sektor kamera 50MP miliknya punya anomali unik. David justru lebih suka hasil foto malam atau indoor yang terlihat bersih. Sebaliknya, saat siang hari, warnanya terasa terlalu lembut dengan kontras yang kadang terlihat terlalu kuat di area bayangan.
Infinix Note Edge tawarkan identitas kuat lewat bodi tipis dan baterai monster. Meski Note 50s punya prosesor lebih kencang, HP ini tetap jadi opsi menarik buat pencinta desain. Nah, menurut kalian, mending pilih performa atau desain tipis? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung