Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Windows 11 Berantakan? Microsoft Akhirnya Ngaku dan Siapkan Perbaikan Besar!

Toar Rotulung • 2026-02-04 00:00:00
Update Windows 11 bikin laptop lama serasa baru lagi
Update Windows 11 bikin laptop lama serasa baru lagi

JagoSatu.com - Microsoft akhirnya mengakui kalau Windows 11 memang masih berantakan. Setelah setahun penuh berisi pembaruan yang merusak SSD hingga sistem jaringan, mereka kini berusaha balikin lagi kepercayaan para penggunanya lewat perbaikan performa yang masif.

Fokus tahun ini adalah memperbaiki sistem yang sering crash, seperti yang diklaim Pavan Davuluri selaku presiden Windows. Dengan metode pengerahan tim besar, mereka berharap Windows 11 bisa jadi standar stabilitas, bukan sekadar bahan candaan.

Namun, komunitas sepertinya nggak gampang percaya begitu saja. Banyak pengguna di forum-forum justru menuntut penghapusan fitur Copilot dan Recall yang dianggap nggak berguna. Bahkan, ada yang sampai pindah ke Linux demi sistem yang lebih responsif.

Dilansir oleh TechPowerUp, Windows 11 sebenarnya sudah mencapai satu miliar pengguna lebih cepat dari Windows 10. Meski terlihat sukses, pencapaian besar ini terjadi karena dukungan Windows 10 akan berakhir, sehingga pengguna seolah dipaksa pindah.

Rekam jejak mereka belakangan ini memang cukup parah. Dilansir oleh TechPowerUp, banyak pembaruan yang justru merusak SSD dan lingkungan pemulihan sistem. Bahkan, pembaruan bulan Oktober sempat mengacaukan pekerjaan para pengembang aplikasi secara luas.

Untuk mengatasi kekacauan ini, Microsoft mengerahkan seluruh tenaga ahli mereka untuk memperbaiki masalah layar biru (BSOD). Kepercayaan pengguna PC sekarang memang sedang berada di titik terendah akibat banyaknya kegagalan pembaruan selama berbulan-bulan.

Selain perbaikan sistem, banyak pengguna yang rindu dengan tampilan Windows Aero yang ikonik. Mereka berharap Microsoft memberikan antarmuka yang lebih segar dan tidak terasa kaku seperti sekadar web wrapper yang membosankan.

Integrasi AI juga jadi perdebatan panas yang nggak ada habisnya. Banyak kritikus berpendapat kalau strategi AI ini cuma bikin harga PC makin mahal dan sistem makin ribet buat digunakan, padahal pengguna cuma butuh kecepatan.

Banyak yang menuntut hadirnya versi ringan tanpa aplikasi sampah dan sistem pelacak. Hal ini dipicu keluhan pengguna yang dilansir oleh TechPowerUp, di mana Windows 11 memakan RAM hingga 8GB cuma buat diam di desktop.

Banyak pelanggan yang sekarang mulai takut buat menekan tombol "Update" karena trauma sistemnya bakal rusak. Kalau pengguna sampai merasa takut dengan peningkatan versi, itu tandanya sebuah perusahaan perangkat lunak sedang tidak baik-baik saja.

Dampaknya, saham Microsoft dilaporkan sempat turun hingga 12 persen karena investor mulai khawatir. Layanan dukungan pelanggan pun ikut dikritik karena dianggap makin susah dihubungi saat pengguna mengalami kendala aktivasi sistem yang rumit.

Dilansir oleh TechPowerUp, pindah ke Windows 11 memang jadi opsi yang paling masuk akal sekarang karena Windows 10 segera pensiun. Tapi bagi sebagian orang, transisi ini terasa seperti paksaan daripada keinginan untuk mencari kualitas.

Demi menjaga privasi, muncul desakan kuat agar Microsoft mengembalikan fitur instalasi dengan akun lokal. Memaksa pengguna harus selalu online dan punya akun Microsoft dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan serta privasi pribadi.

Tim "Insider" yang bertugas menguji sistem juga nggak lepas dari kritik tajam. Mereka dianggap gagal menangkap bug fatal sebelum sampai ke tangan publik. Banyak yang bertanya-tanya, apa gunanya pengujian kalau masalah SSD saja bisa lolos?

Microsoft memang berjanji mau berbenah, tapi tindakan nyata tentu jauh lebih penting daripada sekadar janji manis. Nah, kira-kira kalian bakal percaya lagi nggak sama Windows 11 kalau fitur AI-nya dibuat jadi opsional saja? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung