Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Tesla Bukan Lagi Perusahaan Mobil? Elon Musk Suntik Mati Model S dan Model X

Toar Rotulung • 2026-02-04 00:00:00

Robot Humanoid Tesla
Robot Humanoid Tesla

JagoSatu.com - Tesla resmi mempensiunkan Model S dan Model X. Setelah sedekade merajai pasar EV premium, Elon Musk mengumumkan produksi keduanya akan berakhir kuartal depan. Ini menandai berakhirnya era mobil yang bikin kendaraan listrik jadi keren.

Langkah ini adalah pergeseran besar strategi Tesla yang mulai meninggalkan status produsen mobil tradisional. Sumber daya untuk EV mewah ini dialihkan sepenuhnya ke masa depan otonom. Tesla sepertinya lebih memilih kaki robot daripada jok kulit.

Dilansir oleh CNET, Elon Musk menyampaikan kabar ini dalam laporan pendapatan sebagai bagian dari transisi menuju masa depan otonom. Meski terasa sedih, Musk tetap teguh pada pendiriannya untuk fokus ke inovasi besar berikutnya.

Saat ini, Model S dan X hanya menyumbang porsi kecil, sementara Model 3 dan Y mendominasi 97% pengiriman. Tahun lalu, kedua model flagship ini bahkan cuma masuk kategori "Model Lain" yang penjualannya terus menyusut.

Biasanya, perusahaan otomotif akan memberikan penyegaran desain, tapi Tesla selama ini hanya mengandalkan pembaruan software. Namun, penurunan pendapatan tahun ini memaksa perusahaan melakukan pemangkasan biaya secara agresif demi efisiensi yang lebih ketat.

Dilansir oleh CNET, Pabrik Fremont yang selama ini merakit Model S dan X akan dialihfungsikan untuk memproduksi robot humanoid bernama Optimus. Kini, Tesla lebih suka menyebut diri mereka sebagai perusahaan "AI Fisik" ketimbang produsen mobil.

Musk punya visi ambisius untuk memproduksi hingga satu juta unit Optimus setiap tahunnya. Baginya, robot ini adalah kunci perkembangan perusahaan di bidang robotika. Meski begitu, target jutaan robot per tahun terdengar seperti cerita fiksi ilmiah.

Model X memang ikonik dengan pintu "Sayap Elang", tapi fitur itu sering bermasalah secara mekanis. Menghentikan produksinya mungkin akan memberi napas lega bagi pusat servis Tesla yang selama ini dipusingkan oleh perbaikan pintu yang rumit.

Dikutip dari CNET, laporan terbaru pemegang saham menekankan fokus pada jalur produksi robotika dan baterai. Tesla kini semakin memantapkan identitasnya sebagai merek yang mengandalkan teknologi tanpa pengemudi sebagai inti bisnis masa depan mereka.

Perubahan prioritas ke "AI Fisik" ini diawasi ketat oleh para investor karena meninggalkan celah di lini mewah. Jika kalian mengincar sedan flagship Tesla, mungkin sekarang saat terakhir sebelum pabriknya berubah menjadi markas para robot.

Model S adalah sosok yang mengangkat nama Tesla di segmen premium sejak 2012 silam. Mobil ini membuktikan bahwa kendaraan listrik bisa tampil kencang dan menarik, bukan sekadar mobil membosankan bagi para pecinta lingkungan saja.

Mengingat rekam jejak Musk yang sering memberikan prediksi terlalu muluk, banyak analis tetap merasa skeptis. Dikutip dari CNET, target sejuta robot Optimus diragukan banyak pihak sebelum melihat robot tersebut benar-benar bisa bekerja secara sempurna.

Keputusan menghentikan Model S dan X menjadikan Tesla hanya memiliki dua model utama untuk konsumen umum saat ini. Ini adalah langkah berani yang menyisakan sedikit ruang kesalahan jika proyek Robotaxi mereka tidak berjalan mulus.

Transisi dari perangkat keras menuju AI merupakan upaya Tesla mendefinisikan ulang jati diri perusahaan teknologi. Mereka ingin memimpin revolusi robotika dunia. Strategi ini bisa membuat Tesla semakin bernilai atau justru berakhir menjadi kuburan robot.

Tesla resmi mengorbankan lini legendaris demi pasukan robot humanoid di pabrik Fremont. Ini adalah pertaruhan besar antara kecerdasan buatan melawan kemewahan tradisional. Menurut kalian, apakah menukar Model S dengan robot Optimus adalah ide bagus? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung