JagoSatu.com - NASA akhirnya makin modern dan kekinian. Administrator Jared Isaacman mengumumkan kebijakan bersejarah pada Februari 2026 bahwa astronot boleh membawa ponsel pribadi ke ISS dan Bulan, sehingga nggak lagi cuma pakai perangkat jadul yang kaku.
Roadmap teknologi ini membuktikan kalau gadget di saku kita sekarang lebih bertenaga dibanding superkomputer tahun 60-an. Bisa dibilang, ini adalah langkah besar NASA untuk memangkas ketergantungan pada peralatan antariksa lama yang sangat berat.
Dulu, foto luar angkasa cuma bisa pakai DSLR Nikon yang bongsor. Meskipun pro, kamera itu susah dipakai buat foto santai pas lagi makan taco di orbit. DSLR memang mantap, tapi nggak praktis masuk kantong antariksa.
Dilansir oleh Engadget, kebijakan baru ini fokus membantu astronot biar nggak ketinggalan momen berharga bareng keluarga. Pergeseran ke teknologi komersial ini menandai perubahan filosofi NASA yang sekarang lebih terbuka pada perangkat yang kita pakai sehari-hari.
Misi Crew-12 bakal jadi yang pertama mencoba rutinitas pakai ponsel pribadi di ISS. Ini tes penting sebelum ponsel dibawa lebih jauh lagi. Pastinya nggak sabar nunggu konten "A Day in My Life" pertama versi mikrogravitasi!
Maret 2026 nanti, misi Artemis II bakal mencatat sejarah dengan membawa smartphone ke permukaan Bulan. Kita bakal melihat "selfie bulan" kualitas tinggi dan foto sudut lebar permukaan Bulan. Ini bakal jadi ajang pamer paling valid.
Sebenarnya, Proyek PhoneSat tahun 2013 sudah membuktikan kalau "otak" smartphone kuat bertahan di ruang hampa. Satelit mini itu sukses memotret orbit pakai prosesor biasa. Kalau bisa gerakkan satelit, harusnya aman buat jadi kamera astronot.
Dikutip dari Tom's Hardware, berat DSLR lawas bisa mencapai 1,3 kg, sedangkan ponsel jauh lebih enteng. Penghematan bobot ini krusial banget buat efisiensi bahan bakar roket, apalagi smartphone punya layar sentuh yang jauh lebih intuitif.
Dilansir oleh Space.com, NASA pakai internet laser O2O buat kirim file video 4K yang besar. Kecepatannya tembus 260 Mbps, jauh lebih kencang dari sistem radio lama. Akhirnya internet luar angkasa bisa lebih stabil dan kencang.
Dikutip dari PMC, insinyur NASA pakai lapisan komposit khusus buat melindungi ponsel dari radiasi. Tanpa ini, sensor kamera bisa rusak total. Ini semacam case "rugged" versi sultan untuk menangkal sinar kosmik yang ekstrem.
Masalah baterai juga jadi perhatian serius karena risiko kebakaran di lingkungan kaya oksigen. Tiap HP harus lolos tes ketat biar baterainya nggak overheat. Nggak mau kan baterai HP berubah jadi kembang api di kabin?
NASA juga mengecek interferensi sinyal biar nggak mengganggu sistem navigasi pesawat. Sinyal nirkabelnya dipetakan detail supaya aman. Nggak mau kan sinyal Wi-Fi dari HP malah mengganggu sistem keselamatan krusial pada kapsul Orion?
Dikutip dari Yahoo Tech, ponsel jadi obat kangen keluarga yang sangat vital buat kesehatan mental. Menjaga semangat kru itu penting buat misi jangka panjang. Bisa chatting-an dari Bulan jelas bakal bikin moral astronot naik drastis.
Selain foto, ponsel ini bisa buat navigasi AR sampai main Genshin Impact pas waktu luang. Perangkat ini bisa jadi alat serbaguna ala sci-fi yang sangat efisien karena bobotnya yang cuma hitungan gram saja.
Langkah Isaacman ini bikin NASA bertindak lincah seperti perusahaan teknologi, bukan lagi birokrasi yang lambat. Nah, menurut kalian, apa tantangan terbesar pakai HP di luar angkasa selain masalah baterai? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung