Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Perang Lawan Windows Terancam Gagal? Steam Deck Kena Krisis Chip!

Toar Rotulung • 2026-02-19 00:00:00
Steam Deck
Steam Deck

JagoSatu.com - Valve lagi kurang beruntung di awal 2026. Bukan soal produk baru, tapi krisis memori global yang bikin Steam Deck kena imbasnya. Ternyata, perangkat yang sudah jadi legenda selama empat tahun pun nggak luput dari masalah rantai pasokan.

Kalau kalian cek toko Steam sekarang, ada pengumuman yang kurang enak dibaca. Valve bilang stok bakal sering kosong karena kelangkaan memori. Sekarang, dapet Steam Deck rasanya kayak menang lotre karena barangnya jadi susah banget dicari.

Dilansir oleh Ars Technica, semua varian Steam Deck saat ini statusnya nggak tersedia. Bahkan, unit refurbished yang biasanya jadi opsi lebih murah pun ikut ludes. Kalau stok bekas saja hilang, ini tandanya kelangkaan sudah di tahap parah.

Untungnya, Valve belum naikin harga model OLED. Tapi, model LCD 256GB yang murah resmi dihentikan produksinya. Ini bikin modal awal buat punya Deck naik dari $399 jadi $549. Kabar buruk buat yang cari opsi paling hemat.

Walaupun umurnya sudah empat tahun, chip AMD kustom milik Deck masih sanggup bersaing. Banyak perangkat baru pakai Ryzen Z1 atau Z2, tapi harganya jauh lebih mahal. Nilai jual yang susah dilawan ini tetap jadi daya tarik utamanya.

Kelangkaan komponen ini disebabkan permintaan masif dari industri AI, dikutip dari Ars Technica. Krisis ini diprediksi bakal awet sampai akhir 2026. Bisa dibilang, industri AI pelan-pelan mulai memakan jatah komponen buat kebutuhan para gamer di dunia.

Momen ini sangat merugikan Valve yang lagi berusaha menantang dominasi Windows lewat SteamOS. Tanpa perangkat keras yang memadai, sulit buat memenangkan perang sistem operasi. Gamer mungkin terpaksa melirik perangkat genggam berbasis Windows karena stok Steam Deck nggak pasti.

Menariknya, Valve kasih dukungan beta buat ROG Ally dan Legion Go, dilansir oleh Ars Technica. Kalian bahkan bisa coba pasang SteamOS di laptop AMD biasa. Tapi ingat, instal OS beta di perangkat "asing" itu butuh keberanian ekstra.

Pilihan buat penikmat SteamOS jadi makin terbatas dan butuh usaha. Saat ini, cuma Lenovo Legion Go S yang resmi pakai OS tersebut. Opsi lainnya masih versi beta atau proyek DIY yang butuh banyak ngulik forum.

Kalau nggak sabar nunggu Steam Machine, kalian bisa bikin "Steam Box" sendiri. Pakai CPU dan GPU AMD bakal kasih pengalaman yang paling mendekati konsol. Meski begitu, rakitan sendiri mungkin nggak bakal se-elegan sentuhan asli dari Valve.

Hati-hati pilih kartu grafis kalau mau rakit sendiri. Pengujian terbaru nunjukin kalau GPU dengan VRAM 8GB mulai kewalahan di SteamOS. Di zaman sekarang, VRAM 8GB saja sudah nggak cukup buat angkat game-game modern yang makin berat.

Steam Deck sukses bikin Windows nggak terlalu dominan di PC gaming, seperti yang dilaporkan oleh Ars Technica. Ini pencapaian besar buat Linux, tapi momentumnya terhenti karena kelangkaan stok. Sayang banget kalau terobosan ini harus tertahan masalah produksi.

Krisis ini jadi pengingat kalau ekosistem PC sangat rapuh saat industri besar seperti AI ambil alih. Ketika chip memori ditimbun pemain besar, proyek konsumen kecil yang bakal kena getahnya. Dunia yang didominasi AI ternyata agak menyebalkan bagi gamer.

Buat kalian yang sudah punya Steam Deck, jaga baik-baik unitnya. Harganya di pasar bekas diprediksi bakal melambung tinggi karena stok resmi yang nggak menentu. Nilai jual kembalinya bakal meroket, jadi jangan sampai kalian menghilangkan charger bawaannya.

Sekarang Valve lagi berjuang di dua sisi: melawan Windows sekaligus berebut chip memori di pasar. Ini posisi yang sulit buat perusahaan yang mempopulerkan kembali PC genggam. Jadi, mending nunggu stok resmi atau malah nekat rakit PC sendiri? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung