Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Intel Ganti Customer Service dengan AI, Tapi Malah Nyuruh Rusak PC?

Toar Rotulung • 2026-02-24 12:12:03

Kantor Intel
Kantor Intel

JagoSatu.com - Intel lagi pakai prinsip "tabrak dulu urusan belakangan" buat layanan pelanggan, tapi korbannya bisa jadi CPU mahal kalian. Mereka ngerilis "Ask Intel," asisten AI buat urusan garansi. Ganti orang beneran sama chatbot itu resep bencana.

Bot ini jalan di Microsoft Copilot Studio dan jadi yang pertama di dunia semikonduktor. Eksekutif Intel, Boji Tony, bilang tujuannya supaya klaim garansi bisa instan. Efisiensi sih oke, tapi "AI agen" ini terdengar kayak untung-untungan saja.

Dilansir oleh PCWorld, Intel ternyata sudah mulai hapus dukungan telepon sejak Desember dan arahkan semua ke website. Sekarang bukan suara manusia yang menyapa, tapi peringatan kalau "jawaban AI mungkin nggak akurat." Benar-benar bikin garuk kepala.

Bukan cuma cek garansi, bot ini sok tahu kasih saran teknis. Pas dites, AI malah nyaranin instal driver grafis buat benerin CPU yang crash. Kalau prosesor rusak, ganti driver GPU itu nggak nyambung, kayak ngobatin luka tembak pakai plester.

Lebih ngeri lagi, AI ini nyaranin "stress test" ke prosesor yang lagi bermasalah. Buat chip yang nggak stabil, dihajar tes berat malah bisa jadi ajal. Nyuruh siksa mesin rusak itu bukti kalau AI ini nggak paham apa-apa.

Waktu ditanya soal bahaya stress test, botnya malah nyaranin update BIOS, dikutip dari PCWorld. Cara tebak-tebak buah manggis ini bikin emosi, apalagi kalau barangnya seharga jutaan rupiah. Rasanya kayak nunggu PC meledak sambil nyoba cara random.

Intel emang hobi pakai AI, bahkan buat layanan drive-thru makanan cepat saji. Tapi kalau burger berantakan sih receh, lah kalau Core i9 yang kebakar itu bencana jutaan rupiah. Masak nugget sama benerin CPU itu levelnya beda jauh!

Sistem ini juga mencatat kalau Intel bisa simpan dan pakai isi obrolan kalian. Jadi, selain dikasih saran sesat, emosi kalian juga dipakai buat ngelatih bot mereka. Kita malah jadi penguji gratisan padahal garansi lagi dipertaruhkan.

Ask Intel memang bisa hubungin ke orang asli, tapi kalian harus muter-muter jelasin masalah berulang kali, dilansir oleh PCWorld. Ini sih cara halus buat bikin kita malas ketemu manusia. Strategi hemat biaya yang malah ngerusak kesetiaan konsumen.

AI emang ada di mana-mana, tapi risikonya beda di dunia hardware. Salah atur BIOS gara-gara saran AI bisa bikin komponen mati total. AI generatif oke buat bikin puisi, tapi jangan biarkan dia sentuh pengaturan voltase komputer kita.

Dikutip dari PCWorld, hapus dukungan telepon cuma langkah awal buat gantiin peran manusia. Intel pengen bikin "Ask Intel" jadi pusat segalanya. Masalahnya, memusatkan sistem yang cacat cuma bakal bikin makin banyak orang dapet saran yang salah.

Intel ngerasa bangga jadi pionir, tapi jadi yang pertama nggak selalu bagus. Kalau bot kasih saran ngaco sampai barang rusak, siapa yang tanggung jawab? Penafian Intel yang bilang "lanjutkan dengan hati-hati" itu cuma tameng hukum mereka.

Buat para perakit PC, ini skenario horor. Kita biasanya hubungin support pas masalahnya emang sudah berat dan butuh manusia. Disuruh "instal ulang driver" sama bot itu rasanya kayak penghinaan buat kita yang tiap hari pegang komputer.

AI harusnya cuma buat tugas simpel kayak cek resi pengiriman, bukan buat benerin kegagalan silikon rumit. Produk premium harusnya dapet dukungan premium dari manusia. Masakan kita beli CPU kasta tertinggi tapi dilayanin pakai cara paling murah?

Intel bertaruh kita nggak keberatan ngobrol sama bot demi hemat gaji karyawan. Tapi kalau chip sekarat makin rusak gara-gara saran bot, hematnya di mana? Kalian bakal percaya "Ask Intel" atau tetep nunggu bantuan manusia beneran? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung