JagoSatu.com - Buat penggemar PC handheld, ada kabar yang kurang mengenakkan. AMD kabarnya diam-diam sudah menghentikan dukungan driver buat APU Ryzen Z1 Extreme. Padahal, perangkat seperti ROG Ally X dan Legion Go baru berumur jagung.
Kalau benar, konsol Windows 11 kalian bakal masuk "masa pemeliharaan". Tanpa driver baru, optimasi untuk game AAA terbaru bakal absen, yang bisa berujung crash. Rasanya seperti barang dipaksa cepat usang secara halus.
Dilansir oleh Tom's Hardware, AMD belum memberikan respons langsung soal masalah ini. Namun, tanda-tanda berakhirnya dukungan driver sudah terlihat jelas. Bahkan, perwakilan Lenovo Korea menyebut tidak ada lagi rencana buat driver baru.
Anehnya, Legion Go S yang pakai chip Ryzen Z2 Go yang lebih lama justru masih aman. Ini aneh karena chip "Extreme" malah ditinggalkan lebih dulu. Padahal chip kelas budget masih terus diperhatikan dukungannya.
Mungkin kalian terpikir untuk instal driver Ryzen biasa, tapi Lenovo melarang keras hal itu. Perangkat ini butuh driver yang sudah dioptimasi khusus agar stabil. Jangan sembarangan kalau tidak mau gadget mahal kalian bermasalah.
Meski masih bisa dipakai, umur perangkat ini terancam jadi pendek. Seperti yang dikutip dari Tom's Hardware, game baru kedepannya bakal butuh driver terbaru agar lancar. Ini tentu jadi pukulan telak bagi para pembeli awal.
Ada satu cara ekstrem buat yang berani, yaitu pindah ke Linux. OS alternatif seperti Bazzite atau SteamOS memakai driver open-source. Mereka tidak tergantung pada jadwal rilis driver resmi AMD yang ada di Windows.
Tapi ingat, pindah ke Linux bukan solusi yang gampang untuk semua orang. Butuh banyak penyesuaian teknis yang mungkin terasa rumit bagi pengguna Windows biasa. Kita seharusnya tidak perlu repot-repot begini hanya karena produsen malas.
Dikutip dari Tom's Hardware, diskusi soal nasib Z1 Extreme ini lagi ramai di Reddit. Para pemilik ROG Ally dan Legion Go merasa dikhianati oleh AMD. Wajar saja kalau komunitas saat ini sedang dipenuhi rasa kecewa.
Sampai saat ini AMD masih bungkam soal kepastian penghentian dukungan ini. Kurangnya transparansi membuat ribuan gamer merasa digantung tanpa kepastian. Biasanya, diamnya produsen besar bisa menjadi pertanda buruk bagi masa depan produknya.
Tanpa driver baru, fitur dan peningkatan performa terbaru bakal hilang. Dilansir oleh Tom's Hardware, tren ini sangat mengecewakan bagi pasar handheld yang sedang tumbuh. Dukungan software jangka panjang sangat krusial agar ekosistem ini tetap hidup.
Z1 Extreme yang harusnya jadi standar tertinggi malah seperti sudah digantikan produk baru. Produsen kabarnya sudah fokus ke pengumuman besar di CES 2026 mendatang. Padahal dua tahun itu waktu yang sangat singkat bagi gadget mahal.
Sistem berbasis Linux sekarang terlihat seperti pilihan yang lebih aman untuk jangka panjang. Driver open-source memungkinkan komunitas terus memberi dukungan meski AMD sudah berhenti. Di sini, kekuatan komunitas terasa jauh lebih unggul daripada perusahaan.
Kisah Z1 Extreme ini jadi pelajaran berharga bagi kita semua. Membeli teknologi generasi pertama memang penuh risiko, apalagi di ekosistem Windows. Sebaiknya pastikan dulu komitmen dukungan jangka panjangnya sebelum kalian memutuskan untuk berbelanja.
AMD membiarkan pengguna setianya dalam ketidakpastian, dan ini tentu kabar buruk bagi dunia PC handheld. Nah, bagaimana menurut kalian soal langkah AMD ini? Apakah kalian tetap setia dengan Windows, atau mulai melirik SteamOS? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung