Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Skin Seharga Mobil? Jaksa New York Sebut Valve Jalankan Kasino Terselubung

Toar Rotulung • 2026-02-27 16:22:09

Valve
Valve

JagoSatu.com - Gaben lagi dalam masalah serius nih. Jaksa Agung New York, Letitia James, baru saja menggugat Valve karena dituduh promosi judi secara ilegal ke anak-anak lewat fitur "loot box" di game populer mereka.

Gugatan ini mengklaim sistem Valve mirip mesin slot dengan animasi roda berputar yang memikat pemain. Meskipun cuma kosmetik, harga skin ini bisa tembus miliaran rupiah di dunia nyata, yang sangat mengejutkan bagi orang awam.

Dilansir oleh ag.ny.gov, Valve diduga meraup miliaran dolar dengan memancing remaja untuk berjudi. Investigasi menunjukkan proses ini dirancang agar bikin ketagihan, terutama bagi pemain muda yang otaknya masih dalam masa perkembangan.

Jaksa Agung berpendapat loot box ini melanggar hukum New York. Penelitian menyebutkan anak-anak yang kenal judi sejak dini punya risiko kecanduan serius yang meningkat empat kali lebih tinggi di masa depan mereka nanti.

Investigasi juga menemukan bahwa Valve memfasilitasi pasar pihak ketiga untuk mencairkan uang, seperti yang dikutip dari ag.ny.gov. Kemudahan likuidasi ini malah bikin akun pemain sering jadi incaran utama bagi para peretas.

Alhasil, nilai pasar skin Counter-Strike dilaporkan menembus angka fantastis pada Maret 2025. Koleksi item digital di akun kamu sekarang bisa saja bernilai jauh lebih mahal daripada harga mobil bekas di pasaran.

Valve dituduh sengaja mengatur peluang item agar sangat sulit didapatkan, persis taktik kasino. Meskipun itemnya tidak menambah performa, kelangkaan buatan ini sukses mengerek harga pasar hingga mencapai angka yang luar biasa tinggi.

Klaim lain menyebut game ini mengagungkan kekerasan senjata api. Anak-anak dianggap dibujuk berjudi demi meningkatkan status di dunia virtual, menggunakan uang yang sebenarnya sangat terbatas bagi mereka untuk hal yang tidak pasti.

Jaksa James ingin Valve berhenti mempromosikan fitur judi ini secara permanen. Seperti yang dikutip dari ag.ny.gov, Valve juga terancam denda besar dan harus mengembalikan keuntungan yang didapat dari praktik tersebut.

Platform Steam memudahkan pemain menjual item demi mendapatkan "Steam Credit". Namun, adanya koneksi ke situs luar bikin aset digital tersebut bisa berubah jadi uang tunai untuk membayar berbagai kebutuhan hidup yang nyata.

Jaksa Agung memperingatkan bahwa fitur ini sangat berbahaya menurut hukum New York. Jika Valve kalah di pengadilan, seluruh sistem ekonomi skin yang kita kenal sekarang terancam runtuh seperti bangunan kartu yang rapuh.

Dikutip dari ag.ny.gov, kasus ini ditangani serius oleh Biro Internet dan Teknologi. Mereka sudah melacak aliran dana miliaran dolar dari fitur loot box ini selama bertahun-tahun untuk memperkuat seluruh tuntutan hukum mereka.

Gugatan ini adalah bagian dari gerakan besar untuk mengatur keamanan online anak secara global. Jaksa James sebelumnya juga sudah menuntut Meta dan TikTok, sehingga Valve kini menjadi target terbaru dalam daftar mereka.

Jika New York menang, loot box mungkin bakal dilarang total atau sistemnya dirombak habis. Ini bisa jadi awal berakhirnya era gacha dan praktik judi terselubung di seluruh industri game Amerika Serikat.

Valve kini menghadapi "boss battle" hukum yang paling menentukan sejarah mereka. Nah, menurut kalian, apakah fitur loot box ini memang harus dihapus total atau sistem perdagangannya saja yang perlu diubah? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung