Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Demi AI, Jack Dorsey Pangkas 4.000 Karyawan Block!

Toar Rotulung • 2026-03-03 09:03:54

CEO Block sekaligus Mantan CEO Twitter Jack Dorsey
CEO Block sekaligus Mantan CEO Twitter Jack Dorsey

JagoSatu.com - Block lagi "fokus total" ke revolusi AI, tapi dampaknya bikin hampir separuh karyawannya kena pangkas. Perusahaan induk Square dan Cash App ini ngurangin jumlah staf dari 10.000 jadi cuma 6.000 orang saja.

Jack Dorsey pengen buktiin kalau tim kecil plus bantuan AI bisa jadi perusahaan kelas triliun dolar. Langkah ini diambil buat nyiapin struktur masa depan yang lebih efisien dan modern lewat bantuan teknologi otomatisasi.

Wall Street ternyata doyan banget sama kabar ini, terbukti saham Block langsung melesat 23,5% setelah pengumuman. Bagi investor, istilah "efisiensi" seringkali jadi bahasa halus buat kebijakan pengurangan karyawan secara besar-besaran.

Dilansir oleh MarketWatch, Block berencana memangkas ribuan staf demi reorganisasi di era kecerdasan buatan. Dorsey merasa alat AI sudah mengubah cara membangun perusahaan, sehingga tim kecil pun bisa melakukan banyak hal.

Strategi ini diambil Dorsey bukan tanpa alasan yang kuat. Dia percaya tim kecil dengan alat AI terbaru bisa kerja lebih oke, sekaligus menghindari paksaan untuk melakukan perubahan di masa depan nanti.

CFO Amrita Ahuja menyebutkan kalau Block sudah melihat peningkatan produktivitas yang cukup signifikan di berbagai lini. AI nggak cuma bantu urusan koding, tapi juga masuk ke ranah pekerjaan pengetahuan umum secara luas.

Dorsey memprediksi perusahaan teknologi lain bakal ikutan langkah "gesit" ini dalam setahun ke depan, seperti dilaporkan oleh MarketWatch. Dia ingin Block jadi pionir organisasi yang mengandalkan otomatisasi penuh daripada jumlah karyawan.

Keputusan pengurangan ini diambil saat posisi perusahaan sedang kuat, seperti dilaporkan oleh MarketWatch. Block justru berhasil melebihi target finansial, menunjukkan kalau pemangkasan ini dilakukan demi strategi jangka panjang, bukan karena bangkrut.

Analis Mizuho, Dan Dolev, mulai mempertanyakan apakah langkah ekstrem ini bakal jadi standar baru di industri teknologi. Kalau Block sukses dengan 40% karyawan lebih sedikit, CEO lain pasti bakal tergiur melakukan hal serupa.

Menariknya, pemangkasan ini terjadi nggak lama setelah ada prediksi viral soal AI yang bakal mengubah pasar tenaga kerja. Ternyata, skenario yang awalnya dianggap fiksi itu jadi kenyataan lebih cepat lewat kebijakan Block ini.

Secara finansial, Block mencatat laba per saham sebesar 65 sen, sedikit di atas ekspektasi para analis. Laba kotornya juga naik 24% mencapai $2,87 miliar, meskipun ada 4.000 orang yang kehilangan gaji mereka.

Dikutip dari MarketWatch, Dorsey ingin mencapai masa depan AI ini dengan cara mereka sendiri. Dia yakin alat internal mereka bisa bikin karyawan yang tersisa bekerja jauh lebih produktif dari level sebelumnya.

Block kini bertransformasi menjadi "perusahaan AI" yang kebetulan mengelola layanan pembayaran Cash App. Restrukturisasi ini membawa jumlah karyawan ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir demi mengejar efisiensi maksimal.

Kesuksesan finansial yang melebihi prediksi analis inilah yang bikin manajemen makin pede buat banting setir ke AI. Saat ini, Block sangat optimis kalau otomatisasi adalah kunci buat terus meningkatkan pertumbuhan laba perusahaan.

Jack Dorsey bertaruh besar kalau AI bisa menggantikan peran 4.000 manusia tanpa mengganggu momentum bisnisnya. Menurut kalian, apakah lebih tenang pakai jasa keuangan yang dikelola manusia atau lebih percaya pada kecerdasan AI? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung