NEW YORK – Chief Executive Officer (CEO) Tesla Inc., Elon Musk, menyampaikan proyeksi jangka panjang yang jauh melampaui bisnis otomotif konvensional. Dia memprediksi Tesla akan memiliki fasilitas produksi di permukaan Bulan dalam dua dekade mendatang, seraya meminta investor tetap memegang saham perusahaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Musk dalam wawancara dengan Andre Thierig, manajer pabrik Tesla di Berlin. "Dalam 20 tahun, saya akan mengatakan bahwa Tesla sudah memiliki pabrik di Bulan," ucapnya dalam wawancara tersebut seperti dikutip Benzinga.
Musk juga menegaskan bahwa dirinya melihat masa depan perusahaan sebagai sesuatu yang makmur dan sangat cerah, mencerminkan keyakinannya terhadap arah pengembangan teknologi Tesla. Dia turut menyampaikan pesan langsung kepada investor pasar modal. "Saya akan mengatakan bertahanlah dengan saham Tesla Anda, karena itu akan bernilai sangat banyak," ujarnya.
Bukan Hal Baru
Gagasan pabrik di Bulan bukan hal baru dalam narasi Musk. Sebelumnya, orang terkaya nomor satu di dunia itu mengusulkan pembangunan pabrik satelit di Bulan untuk mengirim satelit pusat data AI ke orbit tanpa roket konvensional. Sebagai alternatif, dia mengeksplorasi konsep mass driver. Yakni, sistem peluncuran berbasis percepatan elektromagnetik yang secara teoretis memungkinkan muatan dilontarkan ke luar angkasa tanpa roket konvensional.
Berkaitan dengan Optimus, sejalan dengan visi tersebut, Musk mengaitkannya dengan pengembangan robot humanoid Tesla, Optimus. Dia memprediksi robot ini berpotensi menjadi "prob von Neumann" pertama, yakni mesin teoretis yang mampu mereplikasi diri dengan memanfaatkan bahan mentah dari suatu planet. Salinan yang dihasilkan kemudian dapat dikirim lebih jauh ke ruang angkasa untuk memperoleh sumber daya tambahan dan memperluas infrastruktur bagi kehadiran manusia.
Komitmen terhadap arah tersebut juga tercermin dalam langkah korporasi. Tesla menghentikan produksi Model S dan Model X di fasilitas produksi Mont, California, dan mengalihkannya untuk mendukung produksi Optimus, dengan target mencapai satu juta unit per tahun.
Baca Juga: Nvidia Siapkan Cip Generasi Terbaru, Bakal Diperkenalkan di GTC 2026
Penjualan Turun
Namun, di sisi lain, kinerja penjualan Tesla menghadapi tekanan. Data menunjukkan penjualan di Eropa pada Januari tahun ini turun 17 persen secara tahunan, dengan pangsa pasar menyusut menjadi 0,8 persen dari 1,0 persen pada periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut menandakan tantangan kompetitif yang tidak ringan di pasar kendaraan listrik global.
Meski demikian, pemeringkatan Benzinga Edge mencatat Tesla masih memiliki skor kuat pada metrik momentum serta tren harga jangka panjang yang dinilai positif. Data tersebut menunjukkan bahwa, di tengah tekanan penjualan di sejumlah pasar, pergerakan saham Tesla masih memperlihatkan daya tarik tertentu bagi investor. (din/dns/jawa pos)
Editor : Pratama Karamoy