JagoSatu.com - Sony sepertinya mulai jaga jarak sama gamer PC. Setelah enam tahun bereksperimen, mereka kabarnya batal merilis game single-player masa depan ke PC demi menjaga aset hits mereka tetap eksklusif di perangkat keras PlayStation.
Langkah kebijakan "eksklusivitas utama" ini menjadikan Ghost of Yotei dan Saros sebagai korban pertama. Meskipun game multiplayer tetap lintas platform, cerita epik Sony dipastikan tetap tersandera di konsol demi mendongkrak penjualan hardware mereka.
Ada kekhawatiran internal bahwa merilis game di PC bisa menggerogoti pasar PS5. Dilansir oleh Ars Technica, Sony takut jika game mereka nantinya bisa dimainkan di mesin kompetitor sebelah lewat platform seperti Steam.
Reboot Marathon karya Bungie tetap hadir di PS5 dan Steam sesuai jadwal. Strategi lintas platform ini sepertinya cuma berlaku buat game multiplayer yang butuh banyak pemain aktif agar sistem transaksi mikro mereka tetap berjalan lancar.
Uniknya, ada celah buat game dari studio luar Sony. Death Stranding 2 dan Kena: Scars of Kosmora kemungkinan tetap hadir di PC. Jika studio pengembangnya bukan milik Sony, memainkannya di PC hanya masalah keberuntungan.
Dikutip dari Ars Technica, performa penjualan port PC sebelumnya ternyata kurang memuaskan bagi Sony. Pendekatan uji coba mereka belum membuahkan hasil, sehingga mereka memilih kembali ke strategi "ekosistem tertutup" untuk menjaga prestise brand.
Padahal, sejak 2020, porting game seperti Horizon Zero Dawn sering dianggap kurang optimal. Jadwal rilis yang tidak konsisten dan menunggu hingga "hype-nya dingin" membuat pemain PC merasa dianaktirikan sehingga malas membeli game tersebut.
Kebijakan wajib masuk akun PlayStation juga menjadi blunder besar lainnya. Langkah tidak populer ini sempat memicu drama komunitas yang hebat. Memaksa login akun konsol di Steam terbukti menjadi perusak mood utama bagi gamer.
Dibandingkan kompetitor, strategi Sony memang terlihat kurang tegas. Nintendo tetap setia dengan eksklusivitasnya, sementara Microsoft merilis semuanya secara serentak. Dilansir oleh Ars Technica, sikap ragu-ragu ini justru berisiko membuat Sony kehilangan pangsa pasar.
Jika Sony terus menyajikan "sisa makanan" bertahun-tahun kemudian, wajar jika pemain PC tidak antusias. Porting yang terlambat dan performa yang tidak stabil menjadi alasan utama mengapa hasil penjualannya tidak sesuai ekspektasi mereka.
Pergeseran ini merupakan respons Sony terhadap rumor Xbox generasi terbaru yang menggunakan Windows. Sony ingin memastikan aset emas mereka tidak jatuh ke tangan kompetitor secara tidak sengaja melalui celah platform PC atau Steam.
Secara historis, Sony ingin kembali ke era keemasan game eksklusif demi menjaga "gengsi" PlayStation. Dikutip dari Ars Technica, langkah defensif ini lebih memprioritaskan perlindungan identitas merek daripada memberikan kebebasan pilihan bagi para pemainnya.
Saros, penerus Returnal, sebenarnya sangat dinantikan para gamer PC. Mengetahui game ini dihapus dari roadmap PC tentu sangat mengecewakan, terutama bagi pemilik rig kencang yang ingin merasakan aksi kencang di refresh rate tinggi.
Sony kini semakin memperkuat ekosistem hardware mereka untuk mempersiapkan suksesor PS5 di masa depan. Mereka ingin memastikan gamer tetap berada di toko mereka, memakai perangkat mereka, dan berlangganan layanan resmi milik mereka.
Sony baru saja menekan "Alt+F4" pada harapan gamer PC untuk mencicipi Ghost of Yotei. Sekarang pilihannya kembali ke tangan kalian; apakah tetap setia di PC atau akhirnya menyerah dan membeli PS5? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung