Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Plot Twist! Amazon Gugat Startup yang Ternyata Dimodali Jeff Bezos

Toar Rotulung • 2026-03-13 14:23:42

Pertarungan panas antara Amazon dan Perplexity memicu babak baru dalam dunia AI belanja otomatis
Pertarungan panas antara Amazon dan Perplexity memicu babak baru dalam dunia AI belanja otomatis

JagoSatu.com - Amazon resmi blokir bot belanja dari startup Perplexity AI. Pengadilan melarang mereka pakai agen "Comet" buat transaksi di Amazon.com. Amazon menuduh bot ini melakukan penipuan karena menyamar jadi pembeli asli saat proses checkout barang.

Gugatan ini sudah diajukan sejak November lalu karena Perplexity dianggap main belakang. Amazon menuding bot mereka tidak jujur saat bertindak atas nama pengguna. Walau sudah ditegur, startup AI ini kabarnya tetap ogah berhenti melakukan aksinya.

Duel panas raksasa teknologi lawan startup AI ini makin sengit. Dilansir oleh Bloomberg, hakim akhirnya mengeluarkan perintah sementara. Ini dilakukan untuk mendebat apakah bot boleh belanja tanpa izin resmi dari pemilik situs web yang bersangkutan.

Amazon seret bukti kuat kalau bot Comet masuk ke akun berbayar tanpa izin perusahaan. Ini jadi masalah hukum yang ribet banget buat diselesaikan. Kalau bot punya kata sandi kalian, siapa sebenarnya yang punya kendali penuh atas akunnya?

Hakim Maxine Chesney menyoroti satu poin krusial yang jadi inti masalah. Bot Perplexity memang dapat izin dari pengguna, tapi tidak dapat izin dari Amazon. Zona abu-abu hukum inilah yang sekarang sedang diperdebatkan dengan sangat panas.

Pihak Amazon mengklaim langkah ini demi menjaga pengalaman belanja yang aman dan terpercaya. Di sisi lain, Perplexity masih bungkam soal masalah ini. Langkah Amazon ini terlihat jelas dilakukan untuk melindungi ekosistem mereka dari pihak luar.

Perplexity wajib setop akses ke akun Prime dan hapus bersih semua data Amazon yang mereka simpan. Dilansir oleh Bloomberg, putusan ini ditunda seminggu untuk banding. Perplexity harus bergerak cepat kalau tidak mau kehilangan data penting.

Penghapusan data ini jadi kabar buruk buat pengembangan model AI mereka. Tanpa data tersebut, AI bakal kesulitan belajar tren belanja pengguna. Padahal, data adalah kunci utama untuk membuat asisten AI belanja jadi makin pintar dan akurat.

Ada fakta menarik yang cukup bikin canggung di balik kasus ini. Pendiri Amazon, Jeff Bezos, ternyata ikut berinvestasi secara pribadi di Perplexity. Bayangkan, perusahaan yang dia bangun sedang menggugat startup yang justru dia modali sendiri.

Amazon sendiri kantongi pendapatan iklan yang sangat fantastis, mencapai $68,6 miliar pada 2025. Dikutip dari Bloomberg, angka ini terancam kalau bot belanja mulai berkuasa. Iklan tidak ada gunanya jika yang melihat produk bukan manusia, tapi robot.

Peritel besar khawatir bot belanja bakal jadi "AdBlocker" masa depan bagi dunia ritel. Merek membayar mahal supaya produk mereka muncul di halaman utama. Jika bot langsung klik beli, model bisnis iklan raksasa seperti Amazon bisa hancur.

Perplexity sebenarnya punya ambisi besar buat otomatisasi tugas-tugas membosankan di internet. Mereka ingin AI yang cari harga termurah dan langsung belanja. Tapi, bayangkan kalau bot salah sistem dan mendadak memesan 500 galon susu ke rumah kalian.

Kasus ini bakal jadi patokan buat aturan "Internet AI" di masa depan. Pengadilan sedang menentukan batasan bagaimana asisten AI boleh berinteraksi dengan web. Keputusan ini bakal berdampak besar bagi seluruh situs belanja di seluruh internet.

Dilansir oleh Bloomberg, ketegangan antara izin pengguna dan izin perusahaan makin nyata. Walau kalian mau pakai bot, bukan berarti Amazon wajib menerimanya di server mereka. Menemukan titik temu untuk masalah ini bakal jadi tantangan besar.

Jika banding ditolak, era belanja AI sekali klik bisa saja berakhir di platform besar. Nah, kalau kalian sendiri bagaimana? Lebih pilih belanja dibantu AI yang praktis atau tetap belanja manual demi keamanan data pribadi? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung