Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Perang Siber Iran vs AS? Raksasa Medis Stryker Lumpuh Total Kena Serangan "Wiper"

Toar Rotulung • 2026-03-17 00:00:00

Ilustrasi Kucing Meretas Sistem
Ilustrasi Kucing Meretas Sistem

JagoSatu.com - Raksasa teknologi medis Stryker baru saja kena hajar serangan siber masif yang melumpuhkan jaringan Windows mereka. Serangan ini membuktikan kalau perang siber nggak lagi sembunyi-sembunyi, tapi langsung menyasar fasilitas medis vital kita.

Kejadian ini benar-benar jadi mimpi buruk digital bagi para karyawan. Kabarnya, mereka kaget melihat HP dan laptop kantor mereka terhapus otomatis di depan mata. Ini bukan sekadar gangguan teknis biasa, tapi penghapusan infrastruktur yang terencana.

Dilansir oleh Ars Technica, logo kelompok "Handala Hack" muncul di layar perangkat yang terhapus sebagai klaim tanggung jawab. Para peneliti meyakini kalau kelompok ini punya kaitan erat dengan pemerintah Iran dalam melancarkan aksi peretasan tersebut.

Pihak Stryker mengonfirmasi adanya gangguan jaringan global pada sistem Microsoft mereka. Anehnya, mereka belum menemukan jejak malware atau ransomware biasa. Sepertinya, para penyerang justru menggunakan alat internal milik perusahaan untuk menyerang balik sistem mereka sendiri.

Para ahli menduga hacker membajak Microsoft InTune, fitur buat mengelola banyak komputer dari jauh, untuk mengirim perintah hapus massal. InTune memang canggih, tapi di tangan yang salah, fitur ini bisa berubah jadi senjata digital yang mematikan.

Meski sistem kantor berantakan, Stryker mengaku nggak bisa kasih kepastian kapan operasional mereka bakal pulih total. Jika melihat pola serangan sebelumnya, kerusakan data pada hard drive ini kemungkinan besar bersifat permanen dan sulit dikembalikan.

Untungnya, alat-alat medis krusial seperti robot bedah Mako dan monitor Lifepak dilaporkan masih berfungsi normal. Dilansir oleh Ars Technica, teknologi vital ini terisolasi dari jaringan Windows utama, sehingga pasien di rumah sakit tetap aman.

Kelompok Handala Hack sendiri sudah aktif sejak 2023 dan diduga terkait intelijen Iran. Mereka sering menggunakan logo khusus biar terlihat seperti gerakan aktivis biasa, padahal ini adalah strategi serangan yang disponsori oleh sebuah negara.

Dikutip dari Ars Technica, motivasi serangan ini adalah balasan atas aksi militer di masa lalu. Mereka ingin membuktikan bisa memberi dampak nyata pada masyarakat Barat tanpa perlu menggunakan kekuatan fisik atau militer konvensional.

Serangan ini dirancang untuk meneror psikologi masyarakat dan bikin kita merasa nggak aman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan melumpuhkan pemasok teknologi medis, penyerang ingin mengirim pesan kuat kepada Amerika Serikat dan para sekutunya.

Posisi penting Stryker di dunia kesehatan menjadikannya sasaran utama bagi aktor siber pro-Iran. Gangguan pada jaringan internal ini jelas menyebabkan kerugian finansial yang sangat besar, serta menghambat operasional bisnis mereka di seluruh dunia.

Dikutip dari Ars Technica melalui catatan Check Point, kelompok ini sering membeli "tiket masuk" dari pasar gelap siber. Ternyata, jaringan bernilai miliaran dolar bisa hancur hanya karena satu password lemah yang bocor di dark web.

Perang digital kini jadi senjata andalan baru bagi negara-negara yang ingin membalas serangan tanpa konfrontasi fisik. Melalui persona digital, mereka bisa menghancurkan organisasi besar dari jarak jauh sambil tetap memiliki alasan untuk mengelak.

Saat ini, Stryker masih berjuang membangun kembali sistem Microsoft mereka dari nol. Proses menginstal ulang ribuan komputer satu per satu tentu menjadi pekerjaan yang sangat berat dan benar-benar menguras energi serta waktu.

Kejadian ini adalah peringatan keras bahwa sistem keamanan tercanggih pun bisa tumbang oleh alatnya sendiri. Nah, menurut kalian, seberapa aman data medis kita di era perang siber yang makin menantang seperti sekarang? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung