JagoSatu.com - ASRock kembali lagi dengan solusi unik ala "Frankenstein" di tengah krisis harga RAM. Motherboard H610M Combo II ini mendukung memori DDR4 sekaligus DDR5. Sepertinya ASRock memanfaatkan tumpukan komponen sisa agar bisa tetap berfungsi maksimal untuk penggunanya.
Keberadaan motherboard ini adalah respons langsung terhadap krisis harga komponen yang nggak kunjung usai. ASRock bertaruh bahwa pengguna akan lebih menghargai fleksibilitas daripada kecepatan murni. Fleksibilitas memang menarik, tapi tentu saja jika harganya cukup terjangkau bagi kita.
Motherboard mATX ini dirancang khusus untuk CPU Intel Generasi ke-12 hingga ke-14. Pendekatan "pilih opsi paling hemat" ini menawarkan tiga slot DIMM yang unik. Namun, kalian tidak bisa menggunakan semua slot memori tersebut secara bersamaan saat membangun PC nanti.
Dilansir oleh Tom's Hardware, dari tiga slot tersedia, dua khusus untuk DDR5 dan satu untuk DDR4. Slot DDR4 tunggal ini mendukung kapasitas hingga 32 GB. Sayangnya, menggunakan satu keping RAM di tahun 2026 bisa menjadi hambatan performa yang nyata.
Konfigurasi ini terasa agak ironis karena RAM DDR4 sebenarnya sangat membutuhkan dual-channel untuk performa maksimal. Sementara itu, DDR5 yang lebih stabil di single-channel justru diberikan dua slot. Seolah-olah ASRock memberikan solusi untuk masalah yang sebenarnya tidak kita miliki.
Dua slot DDR5 menawarkan dukungan hingga 96 GB dengan kecepatan 5.600 MT/s untuk CPU terbaru. Namun, CPU generasi lama akan dibatasi pada kecepatan 4.800 MT/s saja. Kecepatan DDR5 tersebut sejujurnya hampir tidak terasa lebih cepat dibandingkan DDR4 kelas atas.
Spesifikasi lainnya tergolong cukup sederhana dengan satu slot PCIe 5.0 untuk kartu grafis. Sistem penyaluran dayanya menggunakan pengaturan VRM 6+1+1 fase yang standar saja. Ini jelas bukan pilihan tepat untuk kalian yang ingin melakukan overclocking pada i9-14900K.
Bagian panel belakangnya bisa dibilang sangat minimalis. Dikutip dari Tom's Hardware, papan ini hanya punya dua port USB 3.0 dan banyak port USB 2.0. Di zaman sekarang, melihat dominasi port USB 2.0 rasanya memang sudah agak ketinggalan zaman.
Kalian tidak akan menemukan fitur Wi-Fi bawaan, meski sudah tersedia port Ethernet gigabit standar. Tersedia satu slot PCIe 3.0 x1 yang mungkin akan langsung kalian pakai untuk kartu jaringan. Tampilan papan hijau hitamnya fungsional, tanpa desain yang mencolok mata.
ASRock sebelumnya pernah merilis versi ATX H610 Combo yang memiliki total enam slot memori. Namun, versi mATX baru ini jauh lebih sempit dan ringkas. Produk ini ditujukan bagi gamer dengan anggaran terbatas yang terdampak oleh kenaikan harga memori dunia.
Dilansir oleh Tom's Hardware, papan ini adalah jaring pengaman bagi mereka yang masih menyimpan RAM DDR4 cadangan. Ini merupakan solusi dasar yang ditujukan bagi gamer pemula yang sangat sensitif soal harga. Memanfaatkan komponen lama memang hemat, tapi performanya tetap patut diperhatikan.
Jika ingin upgrade ke Intel Generasi ke-14 dengan dana terbatas, ini mungkin menjadi satu-satunya jalan. Kalian tetap bisa mempertahankan RAM lama tanpa harus membeli yang baru. Tapi jangan berharap bisa memecahkan rekor performa tertinggi dengan menggunakan pengaturan komponen seperti ini.
Sayangnya, harga dan ketersediaan motherboard unik ini belum diumumkan secara resmi oleh pihak produsen. Dikutip dari Tom's Hardware, ada kemungkinan produk ini tidak akan diluncurkan di semua wilayah. Jika sulit dibeli, tentu motherboard ini belum bisa menjadi solusi krisis yang nyata.
Desain yang tidak biasa ini menandakan bahwa krisis RAM skala besar memang sedang terjadi. Para produsen kini mulai memutar otak agar PC tetap bisa dibeli dengan harga terjangkau. Bahkan brand lain pun mencoba menghidupkan kembali teknologi lama agar tetap relevan dipasar.
Produk ASRock ini adalah perpaduan unik antara teknologi lama dan baru demi efisiensi biaya. Ini adalah solusi di masa sulit, meski harus mengorbankan konfigurasi dual-channel yang ideal. Jadi, mana yang bakal kalian pilih, menghemat uang atau tetap mengejar performa maksimal? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung