JagoSatu.com - Mirip film thriller, musisi Michael Smith asal North Carolina tertangkap basah melakukan penipuan streaming senilai $10 juta. Dia pakai AI buat bikin ribuan lagu, lalu dikeroyok pasukan bot supaya diputar miliaran kali. Beneran mesin pencetak uang.
Dilansir oleh Bleeping Computer, Smith nyepam platform besar kayak Spotify dan Apple Music pakai konten sampah. Strateginya simpel: mending punya banyak lagu dengan sedikit pemutaran daripada satu lagu hits, biar nggak gampang terdeteksi sistem keamanan.
Biar aksinya nggak ketahuan, dia pakai VPN dan ribuan akun bot. Lewat email pribadinya, terungkap kalau pasukan bot ini bisa hasilkan lebih dari $3.300 tiap hari. Pakai VPN buat nipu sih trik receh, tapi skalanya fenomenal.
Bayangkan, satu bot bisa putar 636 lagu per hari. Totalnya ada 600 ribu lebih pemutaran harian di seluruh jaringannya. Prinsip "sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit" ini sukses bikin dia mengantongi Rp18 miliar lebih tiap tahunnya.
Aksinya ini dibantu promotor musik dan CEO perusahaan AI buat bikin stok lagu palsu yang melimpah. Smith sadar dia butuh konten baru terus supaya nggak kena blokir filter deteksi yang dipakai platform streaming.
Dikutip dari Bleeping Computer, Jaksa AS menegaskan meski lagu dan pendengarnya palsu, uang hasil curiannya beneran nyata. Ini bukan kejahatan sepele karena jatah royalti musisi asli jadi terpotong gara-gara aksi licik bin ajaib ini.
Smith sempat pamer kalau lagu buatannya sudah diputar 4 miliar kali sejak 2019. Dokumen pengadilan mengungkap betapa beraninya dia memperlakukan karya musik cuma sebagai komoditas digital yang bisa dieksploitasi habis-habisan demi keuntungan pribadi.
Ternyata Smith selalu was-was kalau aksinya ketahuan pihak berwenang. Berdasarkan laporan Bleeping Computer, dia terus memodifikasi strateginya biar uang haram tetap mengalir lancar ke rumahnya di North Carolina tanpa memicu alarm sistem platform.
Kini musisi tersebut harus balikin uang $8 juta dan terancam penjara 5 tahun. Dilansir oleh Bleeping Computer, ini konsekuensi setimpal buat penipuan digital berani yang sudah dia jalankan selama satu dekade terakhir ini.
Kasus ini membongkar celah besar pada sistem royalti platform streaming yang cuma hitung jumlah putar mentah. Kalau AI bisa bikin lagu dan bot bisa pura-pura dengar, sistem "bayar per putar" ini jelas gampang dimanipulasi.
Jaksa menekankan bahwa skema penipuan berbasis AI ini akhirnya tumbang juga. Total pencurian $10 juta ini bikin namanya masuk daftar hitam perampokan digital paling fenomenal karena sudah merusak aturan main industri musik.
Untuk menyamarkan trafik, Smith mengelola 52 akun layanan cloud yang masing-masing menampung 20 bot. Pengaturan ini bikin trafiknya kelihatan kayak lonjakan alami dari user asli, padahal itu cuma botnet yang "mendengarkan" musik nggak jelas.
Karena nilai royalti per lagu sangat kecil, dia butuh miliaran streaming supaya usahanya balik modal. Angka $10 juta itu jadi bukti betapa masifnya trafik palsu yang dia pompakan ke dalam sistem selama ini.
Sekarang tren musik AI makin liar, platform streaming wajib lebih jago deteksi akun bot. Kalau nggak, jatah uang buat artis beneran bakal terus menyusut gara-gara ladang royalti palsu yang dibuat secara otomatis kayak begini.
Kasus Michael Smith jadi peringatan keras buat industri musik. Penipuan pakai teknologi canggih beneran jadi ancaman nyata. Menurut kalian, apakah sistem streaming sekarang masih bisa dipercaya atau sudah terlalu banyak manipulasi? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung