Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Meta Didenda Rp6 Triliun Gara-Gara Masalah Keamanan Anak

Toar Rotulung • 2026-03-26 16:40:21

Mark Zuckerberg
Mark Zuckerberg

JagoSatu.com - Meta lagi kena "skakmat" besar-besaran di New Mexico. Juri memerintahkan mereka membayar denda $375 juta karena dianggap membohongi orang banyak soal keamanan asli Facebook, Instagram, dan WhatsApp bagi anak-anak.

Hanya dalam waktu singkat, juri mutusin Meta bersalah dengan kasus eksploitasi anak di platform mereka. Ini jadi rekor sejarah baru di mana raksasa teknologi kalah dalam persidangan atas klaim keselamatan yang sangat spesifik.

Dilansir oleh Reuters, ada 75.000 pelanggaran yang keciduk dengan denda $5.000 per kejadian. Meskipun tuntutan awalnya mencapai $2 miliar, denda ratusan juta dolar ini tetap dianggap sebagai kemenangan besar bagi perlindungan konsumen.

Lewat aksi penyamaran, penyelidik pura-pura jadi bocah di bawah 14 tahun dengan akun Instagram dan Facebook. Hasilnya ternyata ngeri banget, akun tersebut langsung dibanjiri ajakan tidak senonoh dari orang dewasa yang tidak dikenal.

Meta berusaha membela diri pakai aturan hukum Pasal 230 supaya tidak disalahkan. Mereka bilang itu bukan tanggung jawab mereka atas konten yang dibuat user. Alasan "bukan salah kami" ini rasanya sudah basi.

Meskipun Meta ngotot membela diri, hakim tetap menolaknya sehingga kasus ini bisa disidangkan. Kini Meta bakal ajukan banding karena mengaku tidak setuju dengan hasil putusan juri yang dianggap merugikan mereka.

Dokumen internal dan kesaksian pelapor mengungkap Meta sebenarnya tahu soal masalah kesehatan mental pengguna, tapi menolak bertindak demi cuan. Mereka dituduh lebih mementingkan keuntungan perusahaan daripada keselamatan anak-anak yang menggunakan produknya.

Fitur "pengguliran tak terbatas" dan "video putar otomatis" disebut sengaja dirancang buat bikin anak kecanduan. Sekarang, fitur yang dulu dianggap keren itu justru jadi senjata makan tuan yang bikin Meta kena denda.

Kasus ini baru awal dari masalah besar bagi Meta. Perusahaan milik Mark Zuckerberg ini masih menghadapi ribuan tuntutan hukum lain soal kesehatan mental remaja dengan tuntutan ganti rugi yang nilainya fantastis.

Juri di Los Angeles juga lagi menimbang kasus serupa soal kecanduan media sosial, dikutip dari Reuters. Hasil sidang di sana bakal sangat nentuin nasib algoritma media sosial milik big tech ke depannya.

Pihak Meta ngaku sudah kerja mati-matian, tapi cari pelaku jahat dengan miliaran user itu susahnya minta ampun. Ibarat cari jarum dalam jerami, mereka bersikeras bahwa mereka tidak sengaja membiarkan hal itu terjadi.

Jaksa Agung Raúl Torrez mau kasih peringatan keras lewat putusan ini. Dia bilang petinggi teknologi jangan merasa kebal hukum. Dia berencana maksa Meta melakukan perubahan sistem yang lebih aman di fase berikutnya.

Dilansir oleh Reuters, sistem cek umur yang beneran jalan bakal jadi fokus utama pengadilan pada bulan Mei nanti. Langkah ini dianggap jauh lebih penting dan berdampak dibanding sekadar hukuman denda uang saja.

Anehnya, saham Meta justru naik tipis 0,8% setelah putusan ini keluar. Buat perusahaan bernilai triliun dolar, denda $375 juta mungkin cuma dianggap "receh" dan belum cukup buat bikin para investor di Wall Street panik.

Denda $375 juta ini jadi bukti bahwa perlindungan hukum lama nggak berlaku lagi dengan kasus penipuan konsumen. Nah, melihat kasus ini, apa kalian masih percaya platform Meta aman buat anak-anak? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung