Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Fakta Mengejutkan! MPox Ternyata Lebih Berbahaya dari yang Kita Pikirkan

ALengkong • 2024-09-12 16:49:57
Photo
Photo

Jagosatu.com - Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian dunia kesehatan lebih banyak terfokus pada pandemi COVID-19, namun ada ancaman lain yang semakin berkembang, yaitu Monkeypox atau yang sekarang dikenal sebagai MPox.

Penyakit zoonosis ini ternyata jauh lebih serius dari yang kita bayangkan.

Meski tidak seviral COVID-19, MPox memiliki potensi besar untuk menyebar lebih luas jika tidak dikendalikan dengan baik.

MPox adalah infeksi virus yang disebabkan oleh virus monkeypox, anggota keluarga Orthopoxvirus, yang juga mencakup cacar (smallpox).

Virus ini pertama kali ditemukan pada manusia pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo, meski sudah lama ditemukan pada hewan di daerah Afrika Tengah dan Barat.

MPox biasanya menular dari hewan ke manusia, tetapi penularan antar manusia juga memungkinkan, terutama melalui kontak erat dengan lesi kulit, cairan tubuh, atau droplet pernapasan.

Apa yang membuat MPox unik dibandingkan penyakit lainnya?

Salah satu ciri khas MPox yang membedakannya dari smallpox adalah pembengkakan kelenjar getah bening yang terjadi di leher, ketiak, atau selangkangan.

Ini adalah tanda bahwa tubuh mencoba melawan virus.

Selain itu, MPox menyebabkan ruam yang menyakitkan yang sering kali dimulai di wajah dan menyebar ke seluruh tubuh, termasuk telapak tangan dan kaki.

Ruam ini berkembang melalui beberapa tahap, mulai dari bintik merah, lepuh, hingga akhirnya menjadi keropeng yang bisa menyebabkan bekas luka permanen.

Lebih mengejutkan lagi, MPox tidak hanya berbahaya karena lesi kulit.

Virus ini juga bisa menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi paru-paru, dehidrasi berat akibat muntah dan diare, serta gangguan penglihatan permanen jika terjadi infeksi pada mata.

Untuk mereka yang tidak divaksinasi, tingkat kematian dapat mencapai 11%, terutama pada anak-anak dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

Salah satu faktor kunci yang membuat MPox semakin mengkhawatirkan adalah berakhirnya vaksinasi cacar pada tahun 1980-an.

Pada masa itu, vaksin cacar (smallpox) juga memberikan perlindungan terhadap MPox.

Namun, dengan berakhirnya program vaksinasi ini, kekebalan terhadap virus-virus Orthopoxvirus, termasuk MPox, semakin menurun di populasi global.

Ini berarti generasi yang lahir setelah 1980 lebih rentan terhadap MPox karena mereka tidak lagi dilindungi oleh vaksin cacar.

Yang menarik dari MPox adalah adanya dua clade utama virus, yaitu clade Afrika Barat dan clade Afrika Tengah.

Virus MPox dari Afrika Tengah terbukti lebih virulen dibandingkan dengan clade Afrika Barat.

Artinya, infeksi dari clade Afrika Tengah cenderung lebih parah dan mematikan, dengan angka kematian yang lebih tinggi.

Selain itu, clade Afrika Tengah memiliki kemampuan yang lebih kuat dalam menghindari respons kekebalan tubuh, sehingga virus ini lebih sulit dikendalikan oleh sistem imun manusia.

MPox memiliki semua elemen yang dapat memicu pandemi jika tidak dikendalikan.

Virus ini bersumber dari hewan, dan seiring dengan perusakan habitat hutan serta meningkatnya kontak manusia dengan satwa liar, kemungkinan penularan virus ini meningkat.

Pada tahun 2003, Amerika Serikat bahkan mengalami wabah MPox yang berasal dari hewan pengerat liar yang diimpor dari Afrika.

Meskipun wabah ini berhasil dikendalikan, hal itu menunjukkan bagaimana MPox dapat menyeberangi batas-batas geografis.

Saat ini, vaksin cacar yang ada dapat memberikan perlindungan terhadap MPox, tetapi penggunaannya terbatas hanya pada populasi tertentu seperti petugas kesehatan dan orang-orang yang berisiko tinggi.

Selain itu, beberapa antivirus, seperti Cidofovir dan ST-246, juga menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam mengobati infeksi Orthopoxvirus, termasuk MPox.

Namun, tantangan terbesar dalam mengendalikan MPox adalah kurangnya infrastruktur kesehatan di daerah-daerah endemik, terutama di Afrika Tengah dan Barat.

Di daerah-daerah ini, sumber daya untuk diagnosis dan pengobatan terbatas, sehingga sulit untuk memantau dan mengendalikan penyebaran virus.

Untuk menghindari potensi pandemi MPox, tindakan pencegahan harus segera dilakukan.

Ini termasuk memperkuat sistem kesehatan global, meningkatkan penelitian tentang vaksin dan pengobatan, serta edukasi masyarakat tentang risiko zoonosis.

Dunia tidak boleh lengah setelah COVID-19.

MPox adalah ancaman nyata yang memerlukan perhatian serius.

Dalam menghadapi MPox, kita telah mempelajari bahwa wabah penyakit bisa datang dari mana saja, bahkan dari hutan-hutan di Afrika yang jauh.

Dunia harus bersiap menghadapi tantangan berikutnya, karena MPox mungkin lebih berbahaya dari yang kita kira.

Editor : ALengkong
#cara mengobati mpox #mpox #monkeypox #Pandemi #covid -19 #pandemi monkeypox #cara mencegah mpox #Cacar Monyet