Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Meta Beli Startup Yang Fokus di Teknologi Suara Canggih, Mau Saingi Google dan OpenAI?

ALengkong • 2025-07-14 16:31:58

(freepik.com/rawpixel)
(freepik.com/rawpixel)

Jagosatu.com - Meta, perusahaan teknologi besar yang dulu dikenal sebagai Facebook, baru saja membeli startup teknologi suara bernama PlayAI.

Langkah ini jadi sinyal kuat bahwa Meta ingin bersaing lebih serius di dunia kecerdasan buatan atau AI.

PlayAI dikenal karena teknologinya yang bisa membuat suara buatan terdengar sangat mirip dengan suara manusia asli.

Teknologi seperti ini biasa disebut voice synthesis, yang artinya membuat suara dari komputer agar terdengar seperti orang sungguhan.

Baca Juga: Padahal Baru Launching! Starlink Mendadak Nggak Terima Pengguna Lagi di RI, Ini Alasannya!

Menurut laporan dari The Times of India, akuisisi ini diumumkan setelah Meta sebelumnya juga membeli perusahaan AI bernama ScaleAI.

ScaleAI sendiri adalah perusahaan yang ahli dalam mengatur dan melatih data untuk mesin belajar, atau biasa disebut machine learning.

Dengan membeli dua perusahaan AI dalam waktu berdekatan, banyak yang percaya Meta sedang menyiapkan proyek besar.

Dilansir dari The Times of India, akuisisi PlayAI menunjukkan Meta ingin memperluas layanan berbasis suara di metaverse dan aplikasi-aplikasi sosial mereka.

Metaverse adalah dunia digital buatan yang bisa diakses lewat teknologi seperti VR (virtual reality), tempat orang bisa berinteraksi secara online.

Dengan suara AI yang realistis, Meta bisa membuat interaksi di metaverse jadi lebih hidup dan alami.

PlayAI sebelumnya sudah mengembangkan teknologi yang bisa meniru suara tokoh terkenal dengan sangat akurat.

Teknologi ini juga bisa digunakan untuk membuat asisten virtual, narasi cerita, dan bahkan karakter game yang bisa bicara seperti manusia.

Namun, tidak semua orang senang dengan perkembangan teknologi suara ini karena bisa disalahgunakan untuk membuat deepfake audio.

Deepfake audio adalah rekaman suara palsu yang dibuat dengan AI, yang bisa terdengar seperti seseorang mengatakan hal yang sebenarnya tidak pernah ia katakan.

Karena itu, Meta juga menjanjikan akan menambahkan sistem keamanan agar teknologi ini tidak disalahgunakan.

Akuisisi ini juga memicu kekhawatiran dari pesaing seperti Google dan OpenAI yang sudah lama bergerak di bidang suara buatan.

Google punya teknologi bernama WaveNet dari DeepMind, sementara OpenAI punya sistem suara canggih lewat proyek Whisper dan Voice Engine.

Jika Meta bisa memanfaatkan PlayAI dengan baik, bukan tidak mungkin mereka bisa menjadi pemimpin baru dalam teknologi suara AI.

Meta belum mengungkapkan berapa harga yang mereka bayar untuk membeli PlayAI.

Namun, banyak analis memperkirakan nilainya bisa mencapai miliaran dolar, melihat potensi besar dari teknologi suara buatan ini.

Para pengamat teknologi melihat bahwa fokus Meta terhadap AI semakin kuat sejak mereka menghadapi tekanan dari TikTok dan kemunduran pasar iklan online.

Kini Meta bukan hanya perusahaan media sosial, tapi mulai berubah jadi raksasa AI yang siap bersaing di panggung dunia.

(J)

Editor : ALengkong
#Meta #VoiceTech #PlayAI #ArtificialIntelligence #AkuisisiTeknologi #BeritaTeknologi