Jagosatu.com - Pasar mobil listrik di Indonesia sebentar lagi bakal kedatangan jagoan baru yang siap bikin persaingan makin panas, yaitu si mungil tapi bertenaga, Changan Lumin.
Mobil listrik imut ini sudah dipastikan akan segera mengaspal di Tanah Air, dan kehadirannya langsung ditujukan untuk menantang dominasi mobil sekelas Wuling Air EV yang selama ini merajai segmen city car listrik.
Changan Lumin dijadwalkan akan unjuk gigi dan meluncur secara resmi di pameran besar otomotif, yakni Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, yang kabarnya akan diadakan pada akhir bulan November 2025.
Menurut Oto.com, salah satu langkah strategis yang bikin Changan Lumin sangat diantisipasi adalah keputusannya untuk dirakit secara lokal di Indonesia melalui kerjasama dengan Indomobil.
Proses perakitan lokal ini sering disebut sebagai CKD (Completely Knocked Down), yang artinya komponen mobil diimpor dalam keadaan terurai dan dirakit di pabrik dalam negeri, tujuannya jelas untuk menekan harga jual.
Jika harganya bisa ditekan berkat perakitan lokal ini, maka Changan Lumin dijanjikan akan memiliki banderol yang sangat kompetitif dan bisa jadi lebih murah dari pesaingnya.
Salah satu bocoran paling menarik yang sudah terungkap adalah perkiraan harga jual mobil ini di Indonesia.
Nilai Jual Kendaraan Bermotor atau NJKB (Nilai Jual Kendaraan Bermotor) dari varian Changan Lumin L DC sudah terdaftar dengan angka yang mengejutkan, yaitu sekitar Rp 194.000.000.
Perlu diingat bahwa NJKB bukanlah harga jual akhir di diler, melainkan nilai dasar kendaraan sebelum dikenakan berbagai macam pajak dan margin keuntungan, tapi ini sudah mengindikasikan harga jual yang sangat terjangkau.
Beralih ke spesifikasi yang tidak kalah "gila," Changan Lumin L DC dibekali dengan motor listrik yang punya kekuatan cukup besar untuk mobil mungil, yakni 48 dk (daya kuda).
Daya sebesar 48 dk ini didukung pula dengan torsi yang lumayan untuk akselerasi di dalam kota, yaitu sebesar 83 Nm (Newton meter).
Torsi adalah gaya putar yang menentukan seberapa cepat mobil bisa berakselerasi dari kondisi diam, jadi angka 83 Nm ini cukup menjanjikan untuk manuver lincah di jalanan macet.
Keunggulan Lumin yang paling bikin ketar-ketir adalah klaim jarak tempuhnya yang luar biasa, yakni bisa mencapai maksimal 301 km dalam sekali pengisian penuh.
Jarak tempuh 301 km ini diukur menggunakan metode NEDC (New European Driving Cycle), meskipun ini adalah hasil tes lab, angka tersebut jauh melampaui rata-rata mobil listrik sekelasnya di Indonesia.
Selain jarak tempuh yang jauh, Lumin juga punya fitur andalan yang sangat modern dan cepat, yaitu kemampuan DC fast charging.
Fitur DC fast charging memungkinkan pengisian baterai mobil dari kondisi 30% hingga 80% hanya dalam waktu sekitar 35 menit, sangat praktis untuk perjalanan jauh atau saat sedang terburu-buru.
Menurut OtoDriver, varian Changan Lumin L DC yang membawa fitur fast charging inilah yang benar-benar siap menjadi penjegal serius bagi Wuling Air EV.
Berdasarkan first drive atau uji coba pertama, Changan Lumin dinilai memiliki proporsi yang sangat pas dan ideal untuk dijadikan mobil harian di perkotaan, dilansir dari Oto.com.
Dimensinya sedikit lebih besar daripada Wuling Air EV, dengan panjang mencapai 3.270 mm, lebar 1.700 mm, dan tinggi 1.545 mm.
Dimensi yang lebih proporsional ini ternyata memberikan handling yang stabil, bahkan saat mobil dipacu hingga kecepatan 100 km/jam.
Kenyamanan berkendara juga didukung oleh suspensi yang empuk, membuat perjalanan di jalanan bergelombang terasa lebih nyaman.
Changan Lumin menawarkan tiga mode berkendara yang bisa dipilih sesuai kebutuhan pengemudi.
Tiga mode berkendara tersebut adalah Eco, Eco+, dan yang paling seru adalah Sport.
Mode Sport inilah yang memberikan sensasi akselerasi paling lincah dan responsif saat pedal gas diinjak, sangat cocok jika ingin menyalip kendaraan lain.
Dengan segala kelebihan dan spesifikasi yang ditawarkan, Changan Lumin memang diposisikan sebagai pesaing utama Wuling Air EV di segmen mobil listrik city car.
Tidak hanya Air EV, Changan Lumin juga berpotensi menantang mobil listrik lain seperti BYD Atto 1 dari segi dimensi dan pasar yang ditargetkan, dilansir dari TvOneNews.
Kedatangan Lumin di pasar Indonesia ini menjadi bukti nyata bahwa persaingan mobil listrik di Indonesia semakin ketat dan menguntungkan konsumen karena semakin banyak pilihan.
Untuk mendukung peluncurannya, Changan Indonesia juga sedang gencar-gencarnya membangun jaringan diler resmi di berbagai kota besar di Indonesia.
Changan menargetkan akan membuka setidaknya lima diler resmi yang sudah beroperasi hingga akhir tahun 2025 ini, sebagai komitmen layanan purna jual yang baik.
Pembangunan diler akan difokuskan pada kota-kota strategis seperti Jakarta, Bandung, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan juga Bali, dilansir dari Jatimpedia.
Ini menunjukkan bahwa Changan tidak main-main dan memiliki komitmen jangka panjang di pasar otomotif Indonesia.
Secara keseluruhan, Changan Lumin membawa kombinasi harga yang diperkirakan sangat terjangkau, spesifikasi baterai dan motor yang mumpuni, serta fitur modern DC fast charging.
Maka tidak heran jika kehadiran mobil listrik imut ini benar-benar membuat Wuling Air EV harus menyiapkan strategi baru agar tidak kehilangan pasar.
Konsumen di Indonesia pun makin dimanjakan dengan opsi mobil listrik yang semakin beragam dan berkualitas.
VYR
Editor : Toar Rotulung