JagoSatu.com - Gila! Pemegang saham Tesla kembali bikin heboh dengan menyetujui paket gaji gila untuk CEO Elon Musk yang nilainya bisa tembus $1 triliun. Nominalnya benar-benar di luar nalar.
Paket super besar ini bukan gaji bulanan biasa. Bayaran Musk baru cair kalau Tesla berhasil mencapai target-target ambisius selama satu dekade ke depan. Ini bisa jadi motivasi super, atau malah pertaruhan gila.
Padahal, dilansir oleh CNBC, para penasihat investor besar seperti Glass Lewis dan ISS sebenarnya menolak proposal ini. Namun, suara investor ritel atau perorangan ternyata jauh lebih kuat.
Kenapa ada voting ulang? Karena pengadilan Delaware sebelumnya membatalkan paket gaji serupa dari tahun 2018. Jadi, Musk dan Tesla cerdik, mereka mengadakan pemungutan suara baru di yurisdiksi lain.
Jika semua target tercapai, kepemilikan saham Musk di Tesla akan melonjak dari 13% menjadi 25%. Ini makin mengukuhkan kekuasaannya atas arah masa depan perusahaan mobil listrik tersebut.
Untuk dapat bayaran tahap pertama saja, kapitalisasi pasar Tesla harus tembus $2 triliun. Padahal nilai perusahaan saat ini 'baru' di angka $1,54 triliun. Sebuah lonjakan yang sangat besar.
Dilansir oleh CNBC, target akhirnya bahkan menuntut kapitalisasi pasar mencapai $8,5 triliun! Sebuah angka yang terdengar mustahil dan akan menjadikan Tesla perusahaan paling bernilai sedunia.
Bukan cuma valuasi, ada juga target operasional gila. Termasuk mengirimkan 20 juta mobil per tahun dan meraih laba tahunan sebesar $400 miliar. Jauh dari pencapaian saat ini.
Targetnya bahkan sudah seperti di film sci-fi: mengirim 1 juta robot humanoid Optimus dan mengoperasikan 1 juta robotaxi. Tesla benar-benar mempertaruhkan segalanya pada AI dan robot.
Selain itu, pemegang saham juga menyetujui proposal agar Tesla bisa berinvestasi di perusahaan AI milik Musk, xAI. Sebuah keputusan yang jelas sangat rawan konflik kepentingan.
Musk nge-klaim robot Optimus bisa "mengentaskan kemiskinan" hingga "mencegah kejahatan". Ini gaya klasik Musk: janji setinggi langit, padahal produknya belum jelas ada di pasaran.
Para kritikus menyoroti bahwa anggapan 'semuanya atau tidak sama sekali' itu tidak sepenuhnya benar. Musk tetap bisa dapat puluhan miliar dolar meski hanya mencapai target yang lebih realistis.
Dikutip dari CNBC, ada klausul aneh. Musk tetap bisa dapat saham jika ada kejadian tak terduga seperti bencana alam atau perang, meski target tak tercapai. Aneh, bukan?
Rencana ini juga tidak membatasi aktivitas politik Musk atau kewajiban waktu kerjanya di Tesla. Padahal, beberapa pihak menilai aktivitasnya di luar Tesla justru berpotensi merusak penjualan.
Pada akhirnya, pemegang saham sudah memutuskan. Mereka bertaruh besar pada visi Musk untuk mengubah Tesla menjadi raksasa AI dan robotika. Nah, menurut kalian, pertaruhan ini bakal berhasil atau jadi bumerang? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung