Jagosatu.com – TikTok kembali jadi sorotan di Inggris setelah gagal memberikan bukti penggunaan AI dalam moderasi konten.
Menurut Komite Sains, Inovasi, dan Teknologi Inggris, perusahaan itu tidak bisa menjelaskan bagaimana sistem AI bekerja dalam proses penyaringan video.
Moderasi konten adalah proses menilai, menyaring, dan menghapus konten yang melanggar aturan.
TikTok sebelumnya mengklaim sudah memakai teknologi AI untuk membantu tim keamanan dan mempercepat peninjauan konten.
Namun, saat diminta bukti nyata, TikTok hanya memberikan jawaban umum tanpa penjelasan teknis.
Dilansir dari laporan resmi Komite Parlemen Inggris, hal ini menimbulkan kekhawatiran soal transparansi.
Anggota parlemen menilai TikTok harus lebih terbuka mengenai bagaimana data pengguna diproses oleh sistem AI.
Baca Juga: Ketika Bot Jadi Hakim: Kisah Tragis YouTuber Enderman Melawan Algoritma YouTube.
AI, atau kecerdasan buatan, mampu mengenali pola dan mendeteksi video berisiko seperti kekerasan, ujaran kebencian, dan pornografi.
Namun tanpa pengawasan manusia, AI juga bisa melakukan kesalahan dan menghapus konten yang sebenarnya aman.
Kasus ini memicu perdebatan tentang batas penggunaan AI dalam platform media sosial.
TikTok berjanji akan memberikan laporan tambahan dalam waktu dekat.
Tapi banyak pihak ragu apakah perusahaan itu akan benar-benar membuka rahasia algoritmanya.
Masalah transparansi ini menjadi penting karena jutaan remaja di seluruh dunia memakai TikTok setiap hari.
Data pribadi dan interaksi pengguna bisa menjadi sasaran analisis otomatis tanpa sepengetahuan mereka.
Beberapa pakar digital menyebut bahwa regulasi AI harus segera diterapkan di sektor media sosial.
Tujuannya untuk melindungi pengguna dari pengambilan keputusan otomatis yang tidak adil.
TikTok mengatakan akan terus bekerja sama dengan pemerintah Inggris untuk memperbaiki kepercayaan publik.
Namun, kasus ini menunjukkan bahwa penggunaan AI tidak selalu secerah yang dibayangkan.
Jika tidak diawasi dengan baik, teknologi bisa menjadi ancaman bagi privasi dan kebebasan berekspresi.
(J)
Editor : ALengkong