Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Universitas Klabat Kembangkan Sistem Peringatan Dini Banjir Berbasis IoT dan AI untuk Desa Rawan

Prisilia Rumengan • 2025-11-17 09:06:53

Ilustrasi sensor IoT memantau tinggi air sungai dengan AI dan notifikasi smartphone.
Ilustrasi sensor IoT memantau tinggi air sungai dengan AI dan notifikasi smartphone.

Jagosatu.com - Banjir menjadi salah satu bencana yang paling sering terjadi di Indonesia dan memberikan dampak besar bagi masyarakat di daerah rawan.

Peneliti dari Universitas Klabat menghadirkan inovasi baru berupa sistem peringatan dini banjir berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu mengurangi risiko kerugian.

Sistem ini memanfaatkan sensor Ultrasonic untuk membaca tinggi permukaan air secara real-time.

Sensor tersebut dipasang pada jembatan dan titik rawan banjir untuk mendeteksi perubahan air setiap detik.

Data yang ditangkap sensor kemudian dikirim melalui modul ESP8266 langsung ke server cloud.

Platform cloud digunakan untuk menyimpan dan memproses data sebelum ditampilkan ke dashboard monitoring.

Dashboard dirancang agar mudah dibaca oleh warga maupun petugas BPBD daerah.

Selain itu, sistem ini dilengkapi model Machine Learning berbasis Random Forest untuk memprediksi potensi banjir.

Model ini dilatih menggunakan data historis seperti curah hujan, tinggi air, dan pola naik turunnya aliran sungai.

Baca Juga: Webinar FEB Unklab Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi Lewat Teori “Creative Destruction” & “Disruptive Innovation”

Menurut hasil penelitian, akurasi prediksi model mencapai 92% setelah dilakukan pengujian sebanyak 3000 data.

Jika sistem mendeteksi potensi banjir tinggi, notifikasi akan terkirim otomatis ke smartphone warga dan pemerintah desa.

Aplikasi notifikasi dikembangkan menggunakan Blynk Apps untuk memberikan peringatan instan.

Peringatan yang dikirim berupa teks, suara, dan indikator warna berdasarkan tingkat ancaman.

Sistem ini juga menampilkan peta lokasi titik sensor yang berubah warna sesuai kondisi air.

Pengujian sistem dilakukan di simulasi aliran air buatan di laboratorium Fakultas Ilmu Komputer.

Hasil pengujian menunjukkan sensor bekerja stabil bahkan ketika air mengalir deras.

Model AI juga mampu membaca perubahan pola ketinggian air dalam beberapa detik sebelum prediksi dibuat.

Peneliti menjelaskan bahwa sistem ini dapat dipasang di desa terpencil dengan konsumsi daya yang sangat rendah.

Selain itu, seluruh perangkat dapat dioperasikan menggunakan panel surya agar tetap berjalan saat listrik padam.

Universitas Klabat menilai bahwa teknologi ini dapat membantu warga mempersiapkan diri lebih cepat sebelum banjir terjadi.

Inovasi ini sekaligus menjadi langkah nyata mendukung pemanfaatan AI dan IoT dalam penanggulangan bencana.

(AR)

Editor : Prisilia Rumengan
#AI #Aman #IoT #sistem cerdas #UNKLAB #realtime