Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Menteri Sosial Kolaborasi dengan Chef Juna untuk Memberikan Pelatihan Memasak kepada Masyarakat Kupang.

Aryanti Sasamu • 2023-06-23 14:07:30
Momen Menteri Sosial Tri Rismaharini ketika memasak suatu hidangan bersama Juru Masak (chef) Juna Rorimpandey.
Momen Menteri Sosial Tri Rismaharini ketika memasak suatu hidangan bersama Juru Masak (chef) Juna Rorimpandey.

JAGOSATU.COM Jakarta - Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini, berhasil menjalin kerja sama dengan Juru Masak (chef) Juna Rorimpandey dan beberapa chef profesional lainnya untuk memberikan pelatihan memasak kepada 200 masyarakat dan siswa SMK di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelatihan tersebut telah terlaksana pada tanggal 17-18 Juni 2023, bersamaan dengan acara Roadshow PENA di Kupang.

Kami mengirimkan para chef profesional untuk memberikan pelatihan memasak kepada 200 masyarakat dan pelajar SMK di Kupang," ujar Mensos dalam keterangannya di Jakarta pada hari Jumat.

Dalam acara Roadshow Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) di Sentra Efata Kupang pada hari Sabtu (18/6),

Mensos menceritakan pengalaman langka yang membuatnya kembali ke dapur setelah 12 tahun berada di lingkup pemerintahan, untuk membantu menyiapkan hidangan urap.

Baca Juga: DKJ Fest 2023, Menguatkan Ekosistem Seni Jakarta Melalui Pembukaan Resmi.

Tapi Chef Juna meminta saya untuk memasak bersamanya. Sungguh mengejutkan. Sudah lebih dari 12 tahun saya menjadi Menteri dan tidak pernah lagi masuk ke dapur.

Tapi baiklah, saya memasak. Tapi saya agak khawatir tentang bagaimana cara memasaknya," ucapnya.

Setelah berhasil melewati tantangan tersebut, Chef Juna akhirnya memenuhi janjinya untuk membantu Kementerian Sosial dalam memberikan pelatihan.

Hal ini terjadi setelah mendengar bahwa ada seorang pengusaha restoran yang berencana menyerap tenaga kerja dari pemuda Indonesia Timur untuk membantu usaha makanan kotak yang merupakan hasil kolaborasi antara Chef Juna dan Chef Renata.

Menurut Mensos, kehadiran para chef profesional tersebut sangat memikat bagi para peserta pelatihan, yang dapat belajar berbagai teori yang baik mengenai pengelolaan makanan melalui pangan lokal di wilayah mereka.

Salah satu peserta bernama Fransiska Funan (18) mengonfirmasi bahwa pelatihan tersebut memberikannya pemahaman tentang keamanan pangan dan praktik langsung dalam membuat es krim daun kelor, batagor khas Bandung, dan hidangan penutup (dessert), yang juga disertai dengan sosialisasi tentang pentingnya kebersihan saat memasak.

Selain pelajar, pelatihan tata boga juga diikuti oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH).

Salah satu KPM PKH, Milka FS Baikh, menyatakan bahwa dirinya memperoleh banyak pengetahuan dari kegiatan tersebut.

Baca Juga: BNN RI Menghancurkan 122,9 Kilogram Sabu Menjelang Peringatan HANI di Bali.

Ia merasa kagum saat para chef mengubah daun kelor menjadi es krim. Sebelumnya, tidak pernah terlintas dalam pikirannya bahwa daun kelor dapat dimanfaatkan untuk memasak berbagai makanan, termasuk es krim yang disukai oleh anak-anak.

"Yang paling sulit adalah pada awalnya, saat membuat es krim daun kelor. Kita merasa bingung. Tidak pernah kita membuat es krim daun kelor sebelumnya, tetapi ternyata sangat mudah dan rasanya enak sekali," ungkapnya.

Milka juga mengatakan bahwa potensi dalam mengolah bahan-bahan lokal tersebut memberikan motivasi bagi masyarakat untuk mencobanya kembali di rumah.

Bahkan, muncul keinginan pada dirinya untuk membangun usaha kuliner.

"Para chef mengajarkan kami untuk menambahkan variasi pada menu jika suatu saat kami membuka usaha kuliner, agar makanan yang kami sajikan memiliki ciri khas tersendiri dan tentunya menarik pelanggan," kata Milka.(antara)

Editor : Aryanti Sasamu
#keluarga penerima manfaat #chef juna #program PKH #Pemberdayaan Masyarakat ntt #Mensos Risma