JAGOSATU.COM - Sulawesi Utara, sebuah provinsi yang tidak akan habis keindahan alamnya. Kecantikan alam didukung dengan kreativitas masyarakat adalah sebuah kombo yang menakjubkan.
Muncul lagi sebuah destinasi wisata baru dan pertama kali di Sulawesi Utara. Menyusuri sungai yang dikelilingi dengan hutan bakau nipah. Destinasi ini terletak di Desa Minaesa, Kab. Minahasa Utara
Desa Minaesa sebuah desa dengan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan tuna, namun para nelayannya sering menghadapi masalah karena hasil tangkapan yang menurun dan biaya operasional yang tinggi. Banyak nelayan harus mencari ikan jauh sampai ke Morotai dan Jambula.
Permasalahan ini yang kemudian dilihat oleh NGO Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) untuk menemukan solusi pendapatan alternatif yang dapat membantu ekonomi keluarga nelayan tuna di Desa Minaesa.
Setelah melakukan pemetaan masalah dengan melibatkan pemerintahan Desa, MDPI kemudian menginisiasikan pendekatan ekowisata dengan mengajukan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Sinergi MDPI dengan Pemerintah Desa kemudian secara aktif mendampingi Pokdarwis Desa Minaesa di Sulawesi Utara dalam pengembangan wisata sungai untuk meningkatkan sumber pendapatan alternatif masyarakat.
Menurut Siti Zulaeha, pendamping susur sungai di Desa Minaesa, MDPI setelah mendapatkan sambutan baik dari pemerintah desa pada tahun 2020. Hal ini juga sejalan dengan program MDPI yang juga berfokus pada pendataan hasil tangkapan ikan dan membantu legalitas kapal nelayan. Hal ini diupayakan agar nelayan aman jika melaut di luar wilayah Sulawesi Utara.
"Awalnya kita melakukan program pendampingan fisheries yang merupakan program pendataan ikan dan membantu nelayan mendapatkan legalitas kapalnya", ujar Zulaeha, saat diwawancarai oleh tim Jagosatu.
Tak hanya itu, Desa Minaesa juga memiliki potensi wisata yang besar. Desa ini memiliki sungai indah dan hutan pohon nipah yang unik. Mulai tahun 2021-2022, MDPI bekerja sama dengan Pemdes mendampingi masyarakat yang memiliki minat dan keterampilan untuk mengembangkan wisata susur sungai yang diupayakan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat desa.
Melalui proses identifikasi champion atau tokoh masyarakat, MDPI mengadakan pelatihan dan studi banding ke Bali untuk belajar tentang ekowisata.
Pada Agustus 2023, pembangunan desa wisata dimulai dan selesai pada Oktober 2023. Selama proses ini, anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis) mengikuti pelatihan tentang pelayanan wisata, pemasaran digital, dan bagaimana menarik wisatawan.
Hasilnya, kini Desa Minaesa memiliki kafe wisata dan kegiatan susur sungai pertama di Sulawesi Utara yang menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan.
Uniknya, pembangunan kafe dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Semua peran dan tanggung jawab dalam pengembangan kafe dilakukan oleh masyarakat.
"Dengan adanya wisata sungai, nelayan di Minaesa kini memiliki sumber penghasilan tambahan. Mereka tidak hanya bergantung pada hasil laut, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan melalui pariwisata berkelanjutan", tutur Musriza, Sekdes Minaesa.
Dalam mengembangkan ekowisata ini, masyarakat memanfaatkan dana desa yang dialokasikan untuk kemajuan objek wisata ini.
Hal ini menunjukkan dengan adanya kerja sama antara konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, desa wisata yang berkelanjutan, mandiri, dan berdaya saing tinggi bisa tercipta. (*)