Terima Estafet dari Hi Salahuddin, Bos Coto Maros, Herianto Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua KKSS Kota Manado

Hairil Paputungan • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 13:39 WIB
TERUS BERKEMBANG: Coto Maros (Coma) yang punya tiga cabang di Manado: Paniki, Jalan RW Mongisidi Sario (depan pertigaan patung RW Mongisidi dan Piere Tendean), Jalan 14 Februari Teling Atas (Depan Makodam XIII/Merdeka) semakin diminati pemburu kuliner khas Sulawesi Selatan  di Manado, karena kental bercita rasa Lidah Manado, Sulut. (foto:ist)
TERUS BERKEMBANG: Coto Maros (Coma) yang punya tiga cabang di Manado: Paniki, Jalan RW Mongisidi Sario (depan pertigaan patung RW Mongisidi dan Piere Tendean), Jalan 14 Februari Teling Atas (Depan Makodam XIII/Merdeka) semakin diminati pemburu kuliner khas Sulawesi Selatan di Manado, karena kental bercita rasa Lidah Manado, Sulut. (foto:ist)

JAGOSATU.COM - Herianto terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Manado. Suksesi BPD KKSS Manado berjalan mulus. Heri, panggilan akrab Herianto, terpilih secara aklamsi pada Musyawarah Daerah (Musda) KKSS Kota Manado di Hotel Luwansa, Jalan Pumorow, Manado Sabtu (26/9), pekan lalu. Ia menggantikan Ketua sebelumnya, Hi Salahuddin Ganggong.  

Heri yang juga Bos Coto Maros (Coma) terpilih setelah namanya muncul sebagai satu-satunya kandidat selama proses penjaringan calon ketua. Tidak ada nama lain yang mendaftar hingga tahapan berakhir.

Proses penjaringan calon ketua diawali dengan mekanisme yang dipercayakan kepada peserta dari delapan BPC di Kota Manado. Masing-masing BPC diwakili unsur KSB, yakni ketua, sekretaris, dan bendahara.

Voters kemudian menyampaikan pilihan terhadap figur yang dinilai layak memimpin organisasi paguyuban masyarakat Sulawesi Selatan tersebut.

Hasilnya mengerucut pada satu nama, Herianto. \Mayoritas peserta tanpa raguy langsung diaklamasi. Hi Salahuddin sendiri memilih tidak maju lagi dalam pemilihan.

Forum Musda kemudian menetapkan Herianto sebagai Ketua BPD KKSS Kota Manado untuk periode lima tahun ke depan. ‘’Alhamdulillah suksesi berjalan baik dan penuh musyawarah mufakat dan rasa persaudaraan. Ini juga pertanda regenerasi di tubuh KKSS berjalan sesuai harapan. Saya senang melihat hasil ini apalagi semua voters sudah bersepakat tanpa dilakukan voting lagi,’’ tutur Hi Udin, panggilan akrab Hi Salahuddin Ganggong, owner Primadona Café.

Herianto sendiri bukan orang baru di KKSS. Ia juga lama memimpin BPS KKSS Mapanget. Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Manado itu mengaku menerima mandat yang diembankan di pundaknya. ‘’Saya berterima kasih atas dukungan semua saudara saya di paguyuban KKSS Manado. In Syaa Allah saya bisa menjalankan amanat ini dengan sebaik mungkin. Meski begitu saya tetap butuh support dan bimbingan para senior. Lebih khusus lagi Ketua KKSS Sulut dan mantan Ketua KKSS Manado, beserta semua pengurus,’’ ucapnya.

Ia menegaskan akan membawa KKSS Manado menjadi organisasi paguyuban warga Sulsel di Sulut dengan mengambil peran aktif dalam membantu pemerintah kota (Pemkot) Manado menjadikan Kota Manado semakin maju. ‘’KKSS adalah wadah berhimpun warga Sulsel di Manado yang sudah jadi warga Sulut dan Manado. Sekecil apapun, kita akan memberi support kepada Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota membangun kota kita tercinta. Untuk menjadi semakin baik ke depannya,’’ tukas eks surveyor Pemilu ini.

Heri berjanji akan segera menyusun kepengurusan lengkap untuk selanjutnya akan dilakukan pelantikan.

Heri, Pencetus Coma

DARI AKTIVIS KE USAHA KULINER: Bermula sebagai aktivis HMI, kemudian menjadi surveyor Pemilu, kini Herianto menjadi pengusaha kuliner ternama, Coto Maros di Kota Manado. (foto:ist)
DARI AKTIVIS KE USAHA KULINER: Bermula sebagai aktivis HMI, kemudian menjadi surveyor Pemilu, kini Herianto menjadi pengusaha kuliner ternama, Coto Maros di Kota Manado. (foto:ist)

Heri adalah pengusaha muda Manado yang merintis kuliner Coto Maros di Kota Manado. Ia mulai usahanya itu pada 2015. Heri memutuskan membuka usaha kuliner asal tanah leluihurnya Maros, Sulses setelah ikut dalam sebuah festival Ramadan. Kini, Coma menjadi salah satu kuliner khas Sulses yang paling diburu warga Sulut di Manado. Tak heran usahnya berkembang pesat.

Herianto yang juga aktif dalam komunitas lokal awalnya membuka kuliner Coma di kawasan Paniki.

Ia kemudian mengembangkan usaha itu dengan membuka cabang lagi di Jalan Wolter Mongisidi, Sario yang diresmikan pada Oktober 2020.

Peminat kuliner Manado penyuka coto rupanya terus berkembang. Karena itulah Heri membuka satu cabang lagi  pada Agustus 2021 di Jalan 14 Februari (depan Kodam XIII/Merdeka, Teling). Meski di tengah masa pandemi covid-19, usahanya terus berkembang.

Dari tiga lokasi yang menjadi tempat kuliner Coma, Heri mempertahankan cita rasa coto khas Makasar dengan kebutuhan lidah Manado. Yakni kuah kental berempah gurih dengan porsi daging sapi melimpah.

Menu pendukung antara lain burasa/ketupat, sop konro bakar dan es pisang ijo.

Setiap hari tiga tempat lokasi Coma dipadati pengunjung. Heri mengatakan sedang mempertimbangkan untuk membuka cabang baru di luar Manado.(dbs/otp/dam)

Editor : Hairil Paputungan
Coto Maros Manado