Polres Mulai ‘Bongkar’ Dugaan Korupsi Dana Covid-19 di Boltim, Inspektorat Masih Tahan Dokumen

JAGOSATU.COM – Polres Boltim mulai menyeriusi kasus dugaan korupsi dana Covid-19 di Boltim.
Diketahui, dalam Laporan Hasil Pertanggungjawaban (LHP) Inspektorat Boltim tahun 2019/2020, terdapat temuan dugaan korupsi di Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Boltim. Waktu itu kepala dinas dijabat Kisman Mamonto.
Kepada manadopost.id, Inspektur Daerah Boltim Hardiman Pasambuna tak menampik perihal dugaan penyelewengan dana Covid tersebut.
"Ya, tadi kami telah terima surat dari Kapolres Boltim melalui Kasat Reskrim terkait permohonan permintaan dokumen dana Covid-19 2020, dan kami langsung koordinasi dengan Kadis Ketahanan Pangan dan sesegera mungkin koordinasi dengan bupati," ujar Hardiman, Rabu (2/3/2022).
Sebelumnya, Kapolres AKBP I Dewa Nyoman Agung Surya Negara SIK memerintahkan satuannya untuk menindak sejumlah kasus korupsi di Boltim. Termasuk dugaan penyelewengan dana Covid-19 tahun 2020.
Reskrim Polres Boltim pun mulai berkoordinasi dengan beberapa instansi teknis yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan dana Covid-19 2020.
Kepada sejumlah media, Kasat Reskrim Polres Boltim, AKP Syahroni Rasyid SIP, baru-baru ini mengatakan, sudah menyambangi Dinas Ketahanan Pangan (DKP) maupun Inspektorat Daerah pekan lalu.
“Kami telah mendatangi Dinas Ketahanan Pangan maupun Inspektorat Daerah. Dua instansi ini sudah kami koordinasikan menyangkut dugaan ini,” kata Syahroni di hadapan wartawan baru-baru ini.
Sayangnya, upaya Satreskrim Polres Boltim itu, kata Syahroni, masih terganjal persoalan urusan administrasi terkait hasil pemeriksaan khusus (pemsus) yang dilakukan Inspektorat Daerah.
“Ada beberapa dokumen dibutuhkan. Misalnya, tentang hasil Pemsus Inspektorat Boltim. Kami disarankan menyurat resmi terkait permintaan dokumen tersebut,” beber Syahroni.
Sementara itu, Kepala DKP Boltim, Ayko Mentemas menuturkan besaran dana Covid-19 2020 mencapai kisaran Rp 13 miliar. Hanya saja, Ayko enggan mengomentari lebih dugaan penyimpangan anggaran di instansinya.
“Memang minggu lalu, ada koordinasi dari kepolisian terkait dana Covid tahun 2020. Tapi, saya sedang tugas luar daerah dan hanya sekretaris yang menerima. Untuk besaran dana tahun 2020, setahu saya kurang lebih sekitar Rp13,1 miliar,” urainya. (Buyung Potabuga/can)
