Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Pemprov Kalsel dan Bulog Sukses Salurkan 120 Ton Beras Bersubsidi melalui Program Pasar Murah

Tesalonika Pontororing • 2023-06-27 14:18:47

Salah seorang warga saat membeli beras bersubsidi di pasar murah yang diselenggarakan Pemprov Kalsel dan Bulog di Kota Banjarmasin,.
Salah seorang warga saat membeli beras bersubsidi di pasar murah yang diselenggarakan Pemprov Kalsel dan Bulog di Kota Banjarmasin,.

JAGOSATU.com- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Bulog telah berhasil menyalurkan 120 ton beras bersubsidi melalui program pasar murah bersubsidi.

Tujuan dari program ini adalah untuk menurunkan angka inflasi, terutama pada komoditas beras. Menurut Kepala Bagian Kebijakan Prekonomian Daerah Setda Provinsi Kalsel, Agus Salim, harga beras lokal masih tinggi di pasaran, mencapai antara Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per liter.

Dalam kerjasama dengan Bulog, harga beras yang dijual melalui program ini diberi subsidi sebesar Rp45 ribu per lima kilogram, atau sekitar Rp9 ribu per liter.

Agus menjelaskan bahwa subsidi ini memberikan selisih harga sekitar Rp10 ribu.

Penyaluran beras bersubsidi sebanyak 120 ton ini dilakukan selama tiga hari di beberapa lokasi, termasuk halaman kantor Gubernur Kalsel di Kota Banjarmasin.

Baca Juga: Peringati HANI, Ketua RAN Sulut Dorong Terbentuknya Relawan Anti Narkoba di Kalangan Pemuda-Remaja

Masyarakat merespons positif program pasar murah bersubsidi ini dengan antusiasme yang tinggi.

Selain beras, terdapat sepuluh komoditas barang pokok lainnya yang juga dijual melalui program pasar murah bersubsidi ini dengan subsidi harga antara Rp3 ribu hingga Rp40 ribu.

Beberapa komoditas tersebut termasuk minyak goreng, bawang merah, bawang putih, dan daging sapi.

Agus mengungkapkan bahwa dengan intensifikasi program pasar murah bersubsidi ini, angka inflasi di Kalimantan Selatan telah mengalami penurunan dari 8 persen menjadi 4,74 persen.

Pemerintah Provinsi Kalsel menggunakan dana APBD tak terduga sebesar Rp6 miliar untuk mendukung program ini selama lima bulan.

Program pasar murah bersubsidi ini diharapkan dapat terus menurunkan angka inflasi hingga mencapai target sebesar 4 persen hingga Juli 2023. (antara)

Editor : Tesalonika Pontororing
#Pasar Murah #kalimantan selatan #Bulog