Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Pernikahan Adat Minahasa, Tradisi yang Dilestarikan oleh Putri Indonesia Sulut 2020

Tina Mamangkey • 2023-07-24 19:51:34
Putri Indonesia Sulut 2020 Desiree Magdalena Roring membudayakan kembali upacara pernikahan berdasarkan adat suku Minahasa
Putri Indonesia Sulut 2020 Desiree Magdalena Roring membudayakan kembali upacara pernikahan berdasarkan adat suku Minahasa

JAGOSATU.COM - Putri Indonesia Sulut 2020, Desiree Magdalena Roring, menunjukkan dedikasinya dalam melestarikan upacara pernikahan berdasarkan adat suku Minahasa. Upacara pernikahan ini berlangsung pada saat syukuran pernikahan wulan Desiree dan suaminya, Gerry Jordie Tamengkel, pada Minggu (23/7).

Upacara perkawinan adat tersebut dihadiri oleh ribuan undangan yang meriah di Gedung Wale Ne Tou Tondano, Minahasa. Para hadirin memberikan ucapan selamat dan doa dari para sesepuh adat serta tokoh masyarakat Minahasa yang turut hadir. Gerry Jordie Tamengkel adalah putra dari mantan Plt Kadis PUPR Sulut, Ir. Adolf Harry Tamengkel, dan dr. Fenny Jultje Tambayong.

Desiree Magdalena Roring, di sisi lain, adalah putri dari Bupati Minahasa, Royke Octavian Roring, dan Fenny Charlotte Martina Lumanauw. Ia memegang gelar Putri Indonesia Sulut tahun 2020.

Menghadapi arus budaya asing, keputusan Desiree dan Gerry untuk mempertahankan adat Minahasa mendapatkan apresiasi yang tinggi. Upacara syukuran ini menggunakan prosesi adat Sanga Awu.

Walaupun dilaksanakan dengan konsep adat Minahasa, dekorasi dalam ruangan tetap tampak artistik, indah, dan elegan.

Acara dimulai dengan persembahan lagu dan tari-tarian, diikuti oleh prosesi adat yang diiringi lagu "Opo Wana Natas." Semangat para tamu undangan, termasuk para pejabat dan pimpinan daerah, tampak begitu ceria. Mereka tak ragu merekam momen ini dalam video.

Prosesi berlanjut dengan kedua orang tua mempelai pria dan wanita memasuki acara, diikuti oleh prosesi doa yang dipandu oleh Tonaas.

Dalam kesempatan tersebut, para penari adat turun dari balkon dan membawa bahan-bahan rumah tangga sebagai simbol persatuan keluarga yang baru terbentuk.

Setelah itu, diadakan pemakaian kain keter kepada keluarga Tumengkol-Roring, keluarga Tumengkol-Tambayong, dan keluarga Roring-Lumanauw. Semua prosesi tersebut diiringi oleh musik bambu, tambor, dan tetengkoren.

Tonaas mengakhiri acara dengan menyampaikan ucapan terima kasih dalam bahasa Tombulu, berharap agar keluarga baru, keluarga Tamengkel-Roring, mendapat dukungan dan berkah dari Tuhan.

Prosesi adat Sanga Awu, diambil dari bahasa Toulour (Tondano), memiliki makna mendalam. Dalam bahasa Toulour, Sanga Awu berarti Satu Dapur, yang mencerminkan tanggung jawab satu sama lain dalam menjaga mahligai rumah tangga.

Sekretaris Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda Watania, dan Asisten Pemerintahan dan Kesra, Riviva Maringka, menyatakan pentingnya melestarikan tradisi pernikahan adat Minahasa.

Prosesi adat Sanga Awu yang jarang digunakan para sub etnis di Minahasa ini menjadi simbol pentingnya kemandirian dalam membentuk keluarga baru.

Upacara pernikahan adat yang diselenggarakan oleh Gerry dan Desiree ini menjadi contoh nyata bagaimana tanggung jawab suami dan istri dalam menjaga keharmonisan rumah tangga yang telah mereka janjikan.(mpo)

Editor : Tina Mamangkey
#pernikahan adat #Desire Roring #Sulut #Minahasa #putri indonesia