Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sulut Bangga, Alm Bataha Santiago Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, Ahli Waris Diundang ke Istana Negara

Tina Mamangkey • 2023-11-07 21:23:25
Santiago Bataha
Santiago Bataha

JAGOSATU.COM - Putra Sulawesi Utara (Sulut) Kembali Diakui sebagai Pahlawan Nasional: Alm Bataha Santiago dari Kepulauan Nusa Utara

Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia telah mengeluarkan Surat Nomor R-09/KSN/SM/GT.02/11/2023 pada tanggal 3 November 2023.

Surat tersebut mengungkapkan bahwa Presiden Republik Indonesia akan memberikan gelar pahlawan nasional kepada beberapa tokoh calon pada Jumat, 10 November 2023, di Istana Negara, sambil mengundang para ahli waris.

Salah satu tokoh yang akan dihormati sebagai Pahlawan Nasional adalah Alm Bataha Santiago dari Kepulauan Nusa Utara. Bataha Santiago, yang juga dikenal dengan nama Santiago Bataha, merupakan seorang tokoh masyarakat yang berasal dari Sangihe Talaud.

Nama lengkapnya adalah Don Jugov Sint Santiago, lahir di desa Bowongtiwo-Kauhis, Manganitu, pada tahun 1622.

Berdasarkan kutipan dalam pengumuman tersebut, "Dia menyelesaikan kuliahnya di Universitas Santo Thomas Manila, Filipina, pada tahun 1670 setelah disekolahkan oleh ayahnya (ketika dia berumur 44 tahun). Setelah pulang ke Kerajaan Manganitu, ia menjadi raja ketiga dan memimpin selama lima tahun."

Perlawanan Santiago terhadap VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) terkenal, di mana ia menolak tanda tangan pada "lange Contract" yang mengancam tanaman cengkih dan budaya lokal.

Terjadilah perang sengit antara pasukannya dan VOC, tetapi Santiago tetap kukuh pada prinsipnya.

Dalam kutipan selanjutnya, "Dalam sejarah, Santiago menjadi simbol ketegasan dan keberanian dalam mempertahankan kearifan lokal.

Kami sangat bangga akan warisan beliau," kata Menteri Sekretariat Negara.

VOC mengutus Sultan Kaitjil Sibori untuk membujuk Santiago. Namun, Santiago tetap tidak mau menandatanganinya. VOC mencoba memaksa dengan menembak Santiago, tetapi peluru tidak bisa melukainya. Mereka akhirnya menggantung Santiago.

Sultan Kaitjil Sibori memerintahkan pemenggalan kepala Santiago, dan tubuhnya diduga dikuburkan di tempat eksekusi, sedangkan kepala Santiago ditemukan dan diabadikan dengan sebuah patung di Miangas, daerah perbatasan antara Indonesia dan Filipina.

Sebagai penghormatan, nama Santiago diabadikan dalam markas Kodim 1301/Sangihe dan Korem 131/Santiago di Manado, Sulawesi Utara. (mpo)

Editor : Tina Mamangkey
#hari pahlawan 10 november #Sulut #gelar pahlawan nasional #Bataha santiago #Santiago Bataha #istana #hari pahlawan