Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Permintaan Pinjaman di AS Tiba-Tiba Meledak, Tapi Bank Masih Pelit Kasih Kredit!

A

Photo
Photo


Advertisement

Jagosatu.com - Dunia keuangan Amerika Serikat sedang menunjukkan tanda-tanda menarik di akhir 2025.

Menurut laporan Federal Reserve, permintaan pinjaman dari perusahaan menengah dan besar melonjak tajam pada kuartal ketiga tahun ini.

Lonjakan ini disebut sebagai yang tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir.

Advertisement

Namun, di sisi lain, bank-bank di AS masih sangat hati-hati dalam memberikan pinjaman baru.

Kondisi ini menciptakan situasi yang agak unik dalam dunia ekonomi Amerika.

Biasanya, jika permintaan kredit naik, bank akan lebih terbuka dalam menyalurkan dana.

Advertisement

Tapi kali ini, bank justru memperketat aturan kredit.

Menurut analis keuangan dari Reuters, hal ini terjadi karena kekhawatiran inflasi yang masih tinggi.

Inflasi di AS memang belum kembali ke target 2% yang diinginkan oleh The Fed.

Selain itu, tingkat suku bunga yang tinggi juga membuat bank lebih waspada.

Banyak bank masih menilai bahwa risiko gagal bayar meningkat di tengah ketidakpastian global.

Di sisi lain, perusahaan besar justru melihat peluang untuk berekspansi di 2026.

Mereka mencoba mengamankan dana sekarang sebelum suku bunga naik lagi.

Langkah ini menjadi strategi umum di tengah situasi ekonomi yang belum pasti.

Beberapa ekonom juga menyebut ini sebagai tanda bahwa dunia bisnis mulai pulih pasca pandemi.

Namun, jika bank terus memperketat kredit, pemulihan ini bisa terhambat.

The Fed disebut sedang meninjau dampak dari kebijakan suku bunga tinggi terhadap pinjaman korporat.

Jika situasi ini berlanjut, dunia usaha mungkin harus mencari sumber pendanaan lain.

Investor juga diminta lebih berhati-hati dalam menilai pergerakan pasar kredit.

Meski begitu, banyak pihak optimis bahwa tren positif ini akan membawa stabilitas baru di 2026. (J)

Advertisement

Artikel Terkait

Rapat Pengendalian Inflasi, Hengky: Fokus Stabilkan Harga Cabai dan Gerakan Indonesia ASRI

Rapat Pengendalian Inflasi, Hengky: Fokus Stabilkan Harga Cabai dan Gerakan Indonesia ASRI

Wali Kota Hengky menginstruksikan agar instansi terkait rutin pantau harga guna pengendalian inflasi di Kota Bitung.

Emas Perhiasan-Pangan Pendongkrak Inflasi April

Emas Perhiasan-Pangan Pendongkrak Inflasi April

Laju inflasi tahunan pada April 2026 tercatat sebesar 2,42 persen. Kenaikan harga terutama dipicu kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta perawatan pribadi dan jasa lainnya, dengan komoditas utama pangan dan emas..

Deflasi Komoditas Pangan Tahan Laju Inflasi April 2026 di Angka 0,13 Persen

Deflasi Komoditas Pangan Tahan Laju Inflasi April 2026 di Angka 0,13 Persen

Penurunan harga daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai menjadi penahan utama laju inflasi April 2026 yang tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan, menurut data BPS.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer