Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat ke 5,04% di Kuartal 3 — Apa yang Terjadi?

A

Photo
Photo


Advertisement

Jagosatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ketiga tahun 2025 mencapai 5,04 persen.

Angka ini sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang berada di kisaran 5,17 persen.

Menurut Free Malaysia Today, perlambatan ini dipengaruhi oleh melemahnya ekspor dan belum optimalnya investasi.

Advertisement

Namun, konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama pertumbuhan dengan kenaikan 4,89 persen.

Pemerintah menilai capaian ini masih cukup baik di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Advertisement

Situasi global yang tidak stabil membuat harga komoditas dan ekspor Indonesia ikut berfluktuasi.

Di sisi lain, kebijakan fiskal pemerintah dinilai mampu menjaga daya beli masyarakat tetap kuat.

Belanja negara melalui program bantuan sosial dan infrastruktur masih menjadi penopang utama ekonomi nasional.

Sektor industri pengolahan tetap mendominasi kontribusi terhadap PDB dengan porsi sekitar 18,3 persen.

Sementara itu, sektor pertanian, perdagangan, dan konstruksi juga mencatat pertumbuhan positif meski tidak signifikan.

Pertumbuhan investasi masih melambat di angka 3,02 persen, menurut data resmi pemerintah.

Hal ini disebabkan oleh kehati-hatian investor terhadap kondisi global dan suku bunga yang masih tinggi.

Meski begitu, optimisme tetap ada berkat program pemerintah yang mendorong hilirisasi industri dan pembangunan daerah.

Pemerintah berharap, pada kuartal keempat, konsumsi masyarakat meningkat seiring dengan musim liburan akhir tahun.

Selain itu, proyek besar seperti pengolahan hasil pertanian senilai Rp371 triliun juga diperkirakan akan mendongkrak pertumbuhan ke depan.

Bank Indonesia pun tetap mempertahankan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Meski rupiah sempat melemah terhadap dolar AS, kondisi pasar keuangan masih dinilai terkendali.

Kepala BPS menjelaskan bahwa pertumbuhan 5,04 persen menunjukkan ekonomi Indonesia masih tangguh di tengah tekanan global.

Para ekonom menyebut angka ini sebagai “soft landing” yang sehat, karena pertumbuhan tetap positif tanpa lonjakan inflasi.

Pemerintah berjanji akan terus memperkuat kerja sama dengan sektor swasta agar investasi bisa tumbuh lebih cepat.

Dengan langkah-langkah tersebut, Indonesia diharapkan bisa menjaga pertumbuhan di atas 5 persen hingga akhir tahun.

(J)

Advertisement

Artikel Terkait

DPMPTSP Minahasa Ajak Pelaku Usaha dan Investor Pahami Insentif Investasi Demi Tingkatkan Ekonomi Daerah

DPMPTSP Minahasa Ajak Pelaku Usaha dan Investor Pahami Insentif Investasi Demi Tingkatkan Ekonomi Daerah

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan daya tarik investasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Minahasa. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer