Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekonomi Digital ASEAN Meledak! 2025 Jadi Tahun Pemantik Revolusi Bisnis Online

A

Photo
Photo


Advertisement

Jagosatu.com - Dunia digital Asia Tenggara kini sedang panas-panasnya dengan pertumbuhan luar biasa yang mencetak sejarah baru.

Ekonomi digital di kawasan ini diprediksi menembus angka lebih dari US$300 miliar Gross Merchandise Value (GMV) pada tahun 2025.

GMV adalah total nilai transaksi barang dan jasa yang dilakukan lewat platform digital seperti e-commerce, transportasi online, hingga media digital.

Advertisement

Menurut laporan e-Conomy SEA 2025 yang dirilis oleh Temasek, Google, dan Bain & Company, ekonomi digital ASEAN terus tumbuh sekitar 15% tiap tahun.

Angka ini menunjukkan semangat dan potensi besar dari masyarakat di Asia Tenggara untuk beralih ke layanan digital.

Indonesia menjadi pasar terbesar dengan kontribusi lebih dari sepertiga total GMV di kawasan.

Advertisement

Sektor e-commerce masih jadi mesin utama, diikuti oleh layanan pengantaran makanan dan transportasi online.

Dilansir dari Temasek.com.sg, dalam satu dekade terakhir ekonomi digital di ASEAN tumbuh hampir 7,4 kali lipat.

Pendapatan yang dihasilkan juga meningkat lebih dari 11 kali lipat dibanding sepuluh tahun lalu.

Faktor utama pendorongnya adalah peningkatan jumlah pengguna internet yang kini mencapai lebih dari 700 juta orang.

Selain itu, pandemi COVID-19 sempat mempercepat adopsi digital, terutama dalam belanja dan pembayaran online.

Layanan pembayaran digital seperti e-wallet menjadi tulang punggung transaksi masyarakat modern.

Menurut laporan tersebut, sektor Artificial Intelligence (AI) juga mulai menjadi bagian penting dalam efisiensi bisnis digital.

Banyak startup kini berlomba mengembangkan sistem cerdas untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam hal pendanaan startup di tahap awal yang masih tertinggal dibanding Amerika dan Eropa.

Para investor masih cenderung berhati-hati karena persaingan ketat dan model bisnis yang belum stabil.

Meski begitu, banyak negara seperti Indonesia dan Vietnam mulai memperkuat ekosistem startup lewat dukungan pemerintah dan regulasi ramah digital.

Dengan pertumbuhan cepat ini, para ahli percaya Asia Tenggara bisa menjadi pusat ekonomi digital dunia baru di dekade berikutnya.

Tren ini juga membuka peluang besar bagi generasi muda untuk terjun ke dunia bisnis dan teknologi.

Ekonomi digital bukan lagi masa depan — tapi sudah menjadi kenyataan hari ini.

(J)

Advertisement
Editor : ALengkong
Sumber : TechNode Global, Temasek Holdings

Artikel Terkait

Jutaan Buku Lawas Diburu Perusahaan Teknologi untuk Melatih Model Kecerdasan Buatan

Jutaan Buku Lawas Diburu Perusahaan Teknologi untuk Melatih Model Kecerdasan Buatan

Perusahaan teknologi kini memburu jutaan buku lawas untuk melatih model kecerdasan buatan demi meningkatkan kualitas bahasa dan penalaran mesin.

Mengenal Fenomena Brain Rot di Era Digital serta Dampaknya bagi Kesehatan Mental

Mengenal Fenomena Brain Rot di Era Digital serta Dampaknya bagi Kesehatan Mental

Ketahui apa itu fenomena brain rot akibat konsumsi konten digital berlebihan serta berbagai dampaknya yang mengancam kesehatan mental.

Riset Ungkap Hampir Separuh Generasi Z Bentuk Hubungan Bermakna dengan AI

Riset Ungkap Hampir Separuh Generasi Z Bentuk Hubungan Bermakna dengan AI

Riset tren global terbaru mengungkap bahwa hampir separuh generasi Z di seluruh dunia mengaku telah membangun hubungan yang bermakna dengan kecerdasan buatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer