
Jagosatu.com - Bank Indonesia memberikan target baru untuk nilai tukar rupiah dan membuat pelaku pasar langsung menaruh perhatian besar.
Gubernur BI menyampaikan bahwa rupiah diharapkan bisa bergerak menuju level 16.500 per dolar Amerika Serikat pada tahun depan.
Target ini disebut sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Menurut penjelasan BI, penguatan rupiah dilakukan untuk menekan tekanan inflasi yang sering datang dari kenaikan harga impor.
BI menyebut bahwa nilai tukar yang lebih stabil akan memberi kepercayaan kepada pelaku usaha.
Dilansir dari laporan resmi, BI juga menilai bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat.
Para analis mengatakan bahwa target ini bisa tercapai jika kondisi global ikut membaik.
Istilah “nilai tukar” berarti perbandingan harga mata uang suatu negara dengan mata uang negara lain.
Nilai tukar yang menguat biasanya menunjukkan kondisi ekonomi yang lebih sehat.
Meski begitu, penguatan rupiah tetap bergantung pada aliran modal asing dan stabilitas ekonomi internasional.
BI menegaskan siap melakukan intervensi pasar bila diperlukan.
Intervensi pasar adalah langkah ketika bank sentral membeli atau menjual dolar untuk mengatur kurs rupiah.
Langkah ini sudah sering dilakukan ketika nilai tukar bergerak terlalu liar.
Para ekonom memperkirakan bahwa target 16.500 adalah angka yang cukup realistis.
Mereka menjelaskan bahwa permintaan dolar mulai menurun setelah harga minyak global lebih stabil.
Selain itu, cadangan devisa Indonesia masih berada pada level aman.
Dalam beberapa bulan terakhir rupiah sempat berada di posisi yang lebih lemah dibanding target BI.
Namun BI optimis karena arus modal masuk kembali meningkat.
Penguatan rupiah juga bisa membantu industri yang bergantung pada impor bahan baku.
Meski demikian, eksportir mungkin perlu menyesuaikan strategi jika rupiah menguat terlalu besar.
Pemerintah dan BI disebut akan berkoordinasi erat untuk menjaga keseimbangan ekonomi nasional.
Pasar keuangan menanti langkah lanjutan dari BI dalam beberapa minggu ke depan.
Jika target ini berhasil, Indonesia bisa mendapatkan dorongan positif untuk pertumbuhan ekonomi 2026. (J)



