Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pendapatan Telkom Turun, tapi Laba Tetap Terjaga

P
HILANGKAN BLANK SPOT: Petugas memantau perangkat Community Gateway Stasiun Bumi Sedang (SBS) Telkomsat, anak usaha PT Telkom Indonesia di Wamena, Kabupaten Jayawijaya (8/5). Segmen business to consumer masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan.
HILANGKAN BLANK SPOT: Petugas memantau perangkat Community Gateway Stasiun Bumi Sedang (SBS) Telkomsat, anak usaha PT Telkom Indonesia di Wamena, Kabupaten Jayawijaya (8/5). Segmen business to consumer masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan.

Advertisement

 

SURABAYA — PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) menutup tahun buku 2025 dengan tekanan pada sisi pendapatan. Meskipun demikian, perusahaan pelat merah tersebut masih mampu menjaga profitabilitas di tengah ketatnya kompetisi industri telekomunikasi dan perubahan pola konsumsi digital masyarakat.

Sepanjang 2025, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 146,7 triliun. Angka tersebut turun 2,15 persen dibandingkan realisasi 2024 yang mencapai Rp 149,96 triliun.

Advertisement

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, kinerja perseroan tetap mencerminkan keberlanjutan bisnis di tengah proses transformasi perusahaan. "Dengan pendapatan yang ada, perusahaan masih mencatat laba bersih sebesar Rp 17,8 triliun. Margin laba bersih kami juga tetap terjaga di level 12,1 persen," ujarnya kemarin (12/5).

Segmen business to consumer (B2C) masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan. Melalui Telkomsel sebagai operating company (OpCo) B2C, perseroan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp 109,2 triliun selama 2025.

Advertisement

Dian menjelaskan, meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital berkualitas mendorong trafik data tumbuh signifikan hingga 15 persen secara tahunan (YoY).

Pada segmen business to business (B2B) infrastructure, Telkom terus memaksimalkan sinergi infrastruktur digital nasional. Perseroan kini memiliki backbone serat optik lebih dari 210 ribu kilometer, jaringan menara telekomunikasi di seluruh Indonesia, layanan data center dan cloud, hingga konektivitas satelit untuk menjangkau wilayah blank spot. "Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan mendukung ketahanan digital Indonesia yang inklusif," katanya. (bil/dio)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Vanda Sarundajang: FPSL Dorong Bitung Menuju Kota Wisata

Vanda Sarundajang: FPSL Dorong Bitung Menuju Kota Wisata

FPSL merupakan sarana melestarikan budaya, serta peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM serta Ekraf.

Pemerintah Kejar Pertumbuhan 5,8-6,5 Persen di 2027, Andalkan Investasi dan Konsumsi

Pemerintah Kejar Pertumbuhan 5,8-6,5 Persen di 2027, Andalkan Investasi dan Konsumsi

Pemerintah mulai menyiapkan fondasi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam dua tahun ke depan. Pada 2027, ekonomi nasional dipatok tumbuh di kisaran 5,8-6,5 persen sebagai tahap awal menuju....

Biaya Admin Marketplace Wajib Transparan hingga Prioritaskan UMKM Lokal

Biaya Admin Marketplace Wajib Transparan hingga Prioritaskan UMKM Lokal

Pemerintah memperketat tata kelola perdagangan digital di tengah pertumbuhan pesat industri e-commerce nasional. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer