Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Konversi LPG ke DME Berpotensi Tekan Ketergantungan Impor

P
SUMBER DAYA MELIMPAH: Hilirisasi batu bara membuka potensi lain seperti produksi DME sebagai alternatif LPG yang masih bergantung pasokan luar negeri. (MIND ID)
SUMBER DAYA MELIMPAH: Hilirisasi batu bara membuka potensi lain seperti produksi DME sebagai alternatif LPG yang masih bergantung pasokan luar negeri. (MIND ID)

Advertisement

 

SURABAYA – Hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) dinilai berpotensi menekan impor LPG yang selama ini membebani anggaran negara. Namun, proyek substitusi energi tersebut masih menghadapi tantangan besar, mulai dari tingginya biaya investasi hingga sensitif terhadap fluktuasi harga batu bara.

Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) Iwa Garniwa menyebut, gasifikasi batu bara kalori rendah menjadi DME bisa menjadi alternatif LPG berbasis sumber daya domestik. Menurut dia, langkah tersebut dapat memperkuat keandalan pasokan energi rumah tangga di Indonesia.

Advertisement

Meski demikian, pengembangan DME dinilai belum akan kompetitif tanpa dukungan kebijakan pemerintah. "DME sangat sensitif terhadap harga batu bara dan capex gasifikasi itu tinggi. Jika harga batu bara di atas USD 60 per ton, DME tidak kompetitif tanpa subsidi," ujar Iwa kemarin (11/5).

Saat ini sejumlah BUMN seperti MIND ID, Pertamina, Bukit Asam, dan Pertamina Patra Niaga mulai mendorong hilirisasi DME. Iwa menilai, proyek tersebut membutuhkan kepastian harga batu bara, stimulus fiskal, hingga reformasi subsidi energi agar harga jual DME dapat diterima masyarakat.

Advertisement

"Keberhasilannya bergantung pada konsistensi kebijakan lintas periode pemerintahan dan kemampuan mengelola transisi," ujarnya.

Pemerintah juga diminta menyiapkan peta jalan diversifikasi energi rumah tangga berbasis wilayah. Dengan skema itu, potensi substitusi LPG diperkirakan mencapai 4,5 juta ton hingga 6,5 juta ton per tahun atau setara 55–75 persen impor LPG nasional. (bil/gal)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

SGN Perluas Area Tanam Tebu 74.984 Hektare di Jawa dan Sulawesi

SGN Perluas Area Tanam Tebu 74.984 Hektare di Jawa dan Sulawesi

PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) berhasil memperluas area tanam tebu hingga 74.984 hektare sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi dan mendukung target swasembada gula nasional. Sekretaris Perusahaan PT SGN....

Batu Bara hingga Barang Ritel Topang Kinerja KAI Logistik

Batu Bara hingga Barang Ritel Topang Kinerja KAI Logistik

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) berhasil menunjukkan kinerja positif lewat volume angkutan barang sebesar 6,8 juta ton hingga Mei 2026. Batu bara dan pengiriman barang ritel menjadi penopang utama kerja mereka.

Dermaga Baru SIG Tuban Perkuat Ekspor Semen ke AS

Dermaga Baru SIG Tuban Perkuat Ekspor Semen ke AS

PT Semen Indonesia Tbk (SIG) telah meresmikan fasilitas dermaga dan produksi untuk ekspor di Tuban, Jawa Timur. Kehadiran fasilitas modern ini menjadi tonggak penting dalam strategi SIG memperluas pasar internasional,..

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer