Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Danantara Rampingkan 180 Perusahaan BUMN

P
Danantara
Danantara

Advertisement

 

JAKARTA - Proses transformasi dan penyederhanaan struktur korporasi BUMN dipercepat Danantara. Hal itu guna mengurangi tumpang tindih bisnis sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan aset negara. Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, hingga saat ini sebanyak 180 perusahaan di bawah payung BUMN telah dirampingkan melalui berbagai skema strategis. "Penataan dilakukan mulai dari konsolidasi, restrukturisasi, divestasi, hingga pembubaran," ujarnya di Jakarta Selasa (19/5). Menurut Dony, proses streamlining atau perampingan harus memastikan setiap perusahaan memiliki tata kelola kuat sekaligus mampu memberi kontribusi nyata bagi negara dan masyarakat.

Fokus Empat Bisnis Utama

Advertisement

Dia menambahkan, pembahasan saat ini difokuskan pada percepatan penyelesaian struktur perusahaan yang dinilai belum optimal. Restrukturisasi tersebut juga akan berdampak pada sejumlah emiten besar, salah satunya PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Danantara berencana memangkas sekitar 66 anak usaha di bawah grup Telkom hingga menyisakan belasan entitas yang fokus pada empat pilar bisnis utama, yakni telekomunikasi, serat optik, menara, dan pusat data.

Kebijakan serupa juga diterapkan pada sektor semen dan pupuk. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dijadwalkan menutup 17 perusahaan anak sebagai bagian dari pembenahan tata kelola. Sementara PT Pupuk Indonesia (Persero) akan melikuidasi hingga 47 anak perusahaan dan menyisakan beberapa entitas produksi inti.

Advertisement

Tutup 10 Entitas Bulan Depan

Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom Seno Soemadji menyebutkan bahwa Danantara meminta Telkom menutup 10 anak perusahaan pada bulan depan. "Akhir Juni ini kita diminta menutup 10 anak perusahaan. Insya Allah kita komit bisa menutup 10 anak perusahaan. Jadi dari 67 anak perusahaan, pengurangan 10 terjadi di akhir Juni," ujarnya di Jakarta yang dilansir Antara kemarin (20/5).

Menurut Seno, Telkom saat ini tengah mengevaluasi sejumlah anak usaha yang memiliki lini bisnis serupa atau saling tumpang tindih. Selain itu, perseroan juga mempertimbangkan kinerja perusahaan yang dinilai kurang optimal dalam dua tahun terakhir. "Streamlining ini terutama untuk bisnis-bisnis yang overlap atau berada di bidang yang sama," ucapnya. Meskipun demikian, Seno belum bersedia membeberkan nama-nama anak usaha yang akan ditutup. (bil/dio)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

SGN Perluas Area Tanam Tebu 74.984 Hektare di Jawa dan Sulawesi

SGN Perluas Area Tanam Tebu 74.984 Hektare di Jawa dan Sulawesi

PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) berhasil memperluas area tanam tebu hingga 74.984 hektare sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi dan mendukung target swasembada gula nasional. Sekretaris Perusahaan PT SGN....

Batu Bara hingga Barang Ritel Topang Kinerja KAI Logistik

Batu Bara hingga Barang Ritel Topang Kinerja KAI Logistik

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) berhasil menunjukkan kinerja positif lewat volume angkutan barang sebesar 6,8 juta ton hingga Mei 2026. Batu bara dan pengiriman barang ritel menjadi penopang utama kerja mereka.

Dermaga Baru SIG Tuban Perkuat Ekspor Semen ke AS

Dermaga Baru SIG Tuban Perkuat Ekspor Semen ke AS

PT Semen Indonesia Tbk (SIG) telah meresmikan fasilitas dermaga dan produksi untuk ekspor di Tuban, Jawa Timur. Kehadiran fasilitas modern ini menjadi tonggak penting dalam strategi SIG memperluas pasar internasional,..

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer