IHSG Volatil, Emiten Fundamental Kuat Berpeluang Jadi Motor Rebound Saat Pasar Pulih

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (5/6/2026) berpotensi bergerak volatil.
Pergerakan ini seiring dengan kecermatan pelaku pasar terhadap berbagai sentimen, baik dari dalam negeri maupun global, yang memengaruhi dinamika pasar modal.
Pada pembukaan perdagangan Jumat pagi, IHSG sempat menguat tipis 6,71 poin atau 0,11 persen, mencapai posisi 5.
846,49.
Namun, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 justru menunjukkan penurunan 1,38 poin atau 0,24 persen, berada di posisi 579,54.
Tren pelemahan IHSG yang terjadi sejak sepekan terakhir bukan semata-mata dipicu oleh kinerja emiten.
Menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Rizal Taufikurahman, kondisi ini merupakan kombinasi dari tekanan sentimen global dan domestik yang sedang membebani pasar.
"Pelemahan IHSG sepekan terakhir lebih dipengaruhi kombinasi tekanan global dan domestik.
Penguatan dolar AS, capital outflow, pelemahan rupiah mendekati Rp18.
000 per dolar AS, serta meningkatnya persepsi risiko terhadap ekonomi domestik membuat investor cenderung melakukan aksi jual secara luas, termasuk pada saham-saham berfundamental kuat dan berdividen tinggi," ujar Rizal Taufikurahman kepada Jawapos.

