Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

GOTO vs Grab, Siapa Raksasa Teknologi ASEAN yang Lebih Unggul di 2025?

ALengkong • 2025-08-18 07:38:04

Persaingan GOTO dan Grab semakin memanas
Persaingan GOTO dan Grab semakin memanas

Jagosatu.com - Persaingan GOTO dan Grab semakin panas di tahun 2025, terutama setelah kedua perusahaan melaporkan kinerja keuangan kuartal II.

GOTO merupakan perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia yang fokus di bidang transportasi online, e-commerce, dan layanan digital.

Sementara Grab adalah perusahaan asal Singapura yang sudah lama menjadi pesaing utama di bidang ride-hailing, pengantaran makanan, hingga layanan keuangan digital.

Menurut Bisnis.com, GOTO berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan signifikan pada kuartal II 2025 berkat ekspansi layanan e-commerce dan pembayaran digital.

Di sisi lain, Grab juga tidak kalah karena dilaporkan berhasil menekan kerugian dan meningkatkan EBITDA secara positif pada periode yang sama, dilansir dari Bisnis.com.

Istilah EBITDA sendiri berarti Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization, yaitu ukuran keuntungan operasional sebelum dipotong pajak dan biaya lainnya.

Hal ini penting karena menunjukkan apakah perusahaan benar-benar untung dari kegiatan utama mereka, bukan sekadar dari investasi sampingan.

Anak SMP bisa membayangkan EBITDA seperti uang jajan bersih yang tersisa setelah beli makanan, tapi sebelum bayar iuran sekolah atau biaya lain-lain.

Dalam laporan yang sama, GOTO mengklaim sudah mulai menunjukkan tren pertumbuhan positif di sektor fintech lewat layanan GoPay.

Grab juga menguat lewat GrabPay dan GrabFood yang masih menjadi sumber pemasukan besar di Asia Tenggara.

Ekonomi digital di kawasan ASEAN memang sedang berkembang pesat berkat maraknya layanan serba online, dari belanja, transportasi, hingga pembayaran.

Menurut para analis, persaingan GOTO dan Grab ini penting karena keduanya menjadi tolok ukur seberapa kuat ekonomi digital di Asia Tenggara bisa bersaing dengan raksasa global.

Banyak anak muda kini menggunakan layanan mereka setiap hari, baik untuk pesan makanan, transportasi, atau sekadar belanja barang kecil di aplikasi.

Di Indonesia, GOTO memiliki keunggulan karena basis pengguna Tokopedia yang sudah sangat besar.

Namun Grab unggul di beberapa negara lain seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam, sehingga kekuatan mereka lebih merata di kawasan.

Dilansir dari Bisnis.com, para investor kini menyoroti bagaimana kedua perusahaan ini bisa terus meningkatkan profitabilitas di tengah persaingan yang makin ketat.

Selain soal profit, kedua perusahaan juga gencar masuk ke sektor AI dan big data untuk meningkatkan efisiensi layanan.

AI atau Artificial Intelligence adalah teknologi kecerdasan buatan yang bisa membantu aplikasi lebih pintar dalam memberikan rekomendasi layanan ke pengguna.

Hal ini penting karena pengguna semakin kritis, ingin layanan yang lebih cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan mereka.

Ke depan, baik GOTO maupun Grab diprediksi akan semakin gencar dalam inovasi agar bisa memenangkan hati pengguna sekaligus menarik perhatian investor.

Jika persaingan ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Asia Tenggara akan punya raksasa digital baru yang bisa menyaingi perusahaan global seperti Uber atau Amazon.

(J)

Editor : ALengkong
#ASEAN #ekonomidigital #GRAB #Teknologi #GoTo #Startup