Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bagaimana Game Bisa Menyelamatkan Ekonomi Indonesia — Kamu Gak Akan Percaya!

T
Game + Kreatif = Ekonomi Masa Depan
Game + Kreatif = Ekonomi Masa Depan

Jagosatu.com - Indonesia kini melihat industri game bukan cuma sebagai hiburan semata, melainkan sebagai komponen penting ekonomi kreatif yang bisa mendongkrak pendapatan negara dan membuka lapangan kerja.


Advertisement

Pertumbuhan pemain game di Indonesia sangat cepat — jutaan orang kini aktif bermain game di smartphone, komputer, atau konsol.

Pemerintah merespons dengan menyusun kebijakan agar industri game bisa lebih berkembang dan terkendali.

Salah satu kebijakan penting adalah Peraturan Presiden No. 19 Tahun 2024 tentang percepatan pengembangan industri game nasional — ini menjadi kerangka besar bagi regulasi dan insentif pemerintah. (dilansir dari AHP)

Advertisement

Lewat kebijakan tersebut, pemerintah menginginkan agar developer game Indonesia bisa bersaing di pasar global, menjaga hak atas intelektual (IP), dan menarik investasi. (dilansir dari AHP)

Menurut data, valuasi pasar game global kini telah mencapai USD 187 miliar, dan Indonesia ingin mendapatkan bagian dari kue itu. (dilansir dari Komdigi)

Di sisi lokal, industri game disebut menyumbang sekitar 4 persen dari PDB ekonomi kreatif Indonesia. (dilansir dari MerahPutih)

Advertisement

Ketua Umum Asosiasi Game Indonesia (AGI) menyebut bahwa industri gim nasional dibidik sebagai andalan dalam pertumbuhan ekonomi ke depan. (dilansir dari Komdigi)

Pemerintah juga mendorong agar pelajar dan mahasiswa yang tertarik ke bidang game mendapatkan dukungan melalui beasiswa, pelatihan, dan fasilitas riset. (dilansir dari Antara)

Misalnya, pemerintah mendukung kreasi anak muda dengan membuka ruang untuk ikut ajang IGDX 2025 yang menghadirkan developer dari Jerman sebagai kolaborator. (dilansir dari Antara)

Partisipasi Indonesia di pameran game global juga semakin agresif, seperti di Gamescom 2025, di mana 10 studio lokal dipromosikan ke pasar luar negeri. (dilansir dari Metrotvnews)

Trade Minister menyatakan bahwa Gamescom adalah panggung strategis untuk memperkenalkan potensi game Indonesia ke dunia. (dilansir dari Metrotvnews)

Bukalapak juga merambah ke bisnis game dengan meresmikan Multi Realm Games (MRG) sebagai bagian dari ekspansi usaha digital mereka. (dilansir dari Merdeka)

Langkah ini mempertegas bahwa perusahaan teknologi besar Indonesia mulai menganggap game sebagai aset strategis.

Namun, meskipun potensi besar, tantangan juga tidak sedikit.

Salah satu hambatan adalah mismatch antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri — lulusan sekolah atau perguruan tinggi belum selalu siap masuk sektor game. (dilansir dari Makarim)

Ada juga masalah perlindungan hak cipta dan kekayaan intelektual, sehingga ide atau game lokal kadang mudah ditiru tanpa kompensasi adil.

Selain itu, akses dana dan investasi masih sulit bagi developer game skala kecil atau startup.

Pemerintah melalui Perpres 19/2024 berencana membentuk Tim Akselerasi Industri Game yang akan menangani koordinasi lintas kementerian untuk mengatasi hambatan regulasi, insentif pajak, dan pelatihan. (dilansir dari AHP)

Kebijakan terkait klasifikasi game juga diperbarui — MOCI (Kemenkomunikasi & Informatika) merevisi regulasi klasifikasi game agar lebih relevan dengan kondisi sekarang. (dilansir dari Makarim)

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga menyebut bahwa subsektor aplikasi dan permainan berada di posisi ke-7 penyumbang terbesar PDB dari 17 subsektor ekraf. (dilansir dari Kemenparekraf)

Menjadi jelas bahwa game kini bukan sekadar hiburan anak muda, tapi bagian dari strategi besar ekonomi nasional.

Ke depan, Indonesia harus menjaga keseimbangan antara kebebasan kreatif dan regulasi agar industri ini tetap tumbuh positif dan berkelanjutan.

Inilah wajah baru industri game Indonesia: bukan cuma main, tapi membangun masa depan ekonomi kreatif bangsa

(DB)

Advertisement
Editor : Toar Rotulung
Sumber : Komdigi.go.id, Metrotvnews

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer