Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Rekor Dunia Pecah! Senzu Cetak 56 Kill, Bikin Geger Dunia CS2!

ALengkong • 2025-07-01 14:11:14
Senzu - Pro Player dari team The MongolZ
Senzu - Pro Player dari team The MongolZ

Jagosatu.com -  Azbayar “Senzu” Munkhbold, pemain muda asal Mongolia dari tim The MongolZ, membuat gebrakan besar di dunia esports setelah mencetak rekor membanggakan dalam pertandingan melawan G2 Esports di turnamen Austin Major 2025, yang merupakan salah satu ajang terbesar dalam dunia Counter-Strike 2 (CS2).

Dalam pertandingan yang berlangsung di map legendaris Dust2 tersebut, Senzu tampil luar biasa dengan mencatatkan total 36 kill hanya dalam waktu reguler, yang artinya belum termasuk tambahan waktu (overtime), dan angka tersebut langsung diakui sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah Major CS2, menurut data resmi dari HLTV.

Permainan Senzu di map itu benar-benar mengubah arah pertandingan, karena meskipun lawannya adalah tim kuat seperti G2 Esports, yang berisi pemain-pemain top dunia, ia tetap bermain tenang dan memimpin timnya meraih kemenangan dramatis.

Ketika pertandingan masuk ke babak overtime, performa Senzu malah semakin menggila karena total kill-nya meningkat menjadi 56, menjadikannya sebagai pemain pertama dalam sejarah yang mencapai angka sebanyak itu dalam satu pertandingan Major resmi, seperti yang dilaporkan GGScore dan dikonfirmasi HLTV.

Angka 56 kill milik Senzu bukan sekadar besar, tapi secara resmi melewati dua rekor kill tertinggi sebelumnya yang sempat mencatat sejarah di CS2, yaitu milik NiKo dan donk.

Baca Juga: Deretan Bintang Baru Free Fire Indonesia: Siapa yang Akan Bersinar di Grand Final FFNS 2025 Fall?

Sebelumnya, NiKo dari G2 Esports sempat mencatatkan 51 kill dalam satu pertandingan di PGL Major Copenhagen 2024, dan itu sudah dianggap luar biasa oleh komunitas karena dilakukan di level tertinggi turnamen CS2.

Sementara itu, Donk dari Team Spirit mencatatkan 49 kill saat melawan FaZe Clan di semifinal Copenhagen Major, dan permainan agresifnya banyak dikagumi sebagai performa individu terbaik saat itu.

Namun, performa Senzu kini melampaui semuanya, bukan hanya dari segi kill tapi juga rating dan dampak langsung terhadap hasil pertandingan, membuatnya langsung dibandingkan dengan para legenda tersebut oleh banyak pengamat dan caster esports.

Tak hanya mencetak kill banyak, Senzu juga mendapatkan rating 1.61 di map Dust2 tersebut, yang artinya ia bukan hanya paling banyak membunuh lawan, tapi juga sangat efisien dan konsisten dalam seluruh pertandingan.

Rating dalam CS2 adalah angka yang digunakan untuk mengukur performa pemain secara keseluruhan, termasuk kill, assist, death, dan kontribusi lainnya, dan angka 1.61 adalah angka yang sangat tinggi, apalagi di level turnamen Major.

Selain itu, selama Austin Major berlangsung, Senzu juga menunjukkan performa stabil di semua pertandingan, terutama ketika melawan tim-tim besar yang berada di ranking 10 besar dunia, di mana ia mencatat rating 1.30 yang termasuk sangat impresif untuk pemain muda.

Karena performanya yang terus bersinar dan membawa dampak besar untuk tim, HLTV menobatkan Senzu sebagai salah satu EVP atau Exceptionally Valuable Player, yang artinya ia termasuk pemain paling berpengaruh dan paling menonjol sepanjang turnamen ini.

Dalam wawancara di acara OverDrive, Senzu sempat ditanya tentang kemungkinan pindah ke tim-tim besar seperti G2 atau FaZe, apalagi setelah melihat performanya yang menakjubkan banyak fans yang mengira ia akan direkrut oleh organisasi besar.

Namun, Senzu dengan tenang menjawab, “No way. I love my team,” dan jawabannya itu langsung viral di media sosial karena menggambarkan loyalitas dan kecintaannya pada The MongolZ, tim yang sudah bersamanya sejak awal karier.

Ucapan itu mendapat banyak pujian dari komunitas, karena di dunia esports yang kompetitif, sangat jarang ada pemain muda menolak tawaran besar hanya karena ingin tetap bersama timnya.

Tidak berhenti sampai di situ, dalam wawancara yang sama, Senzu menyatakan rasa percaya dirinya bahwa jika nanti bertemu lagi dengan Vitality, tim yang mengalahkan mereka di Grand Final, ia yakin bisa menang tanpa harus sampai ke overtime.

Hal ini menunjukkan mental juara dan kepercayaan dirinya yang tinggi, serta semangat tim yang tidak takut menghadapi lawan sekuat apa pun, meskipun berasal dari wilayah Asia yang biasanya kurang dianggap oleh komunitas global.

Sementara itu, komunitas Reddit ramai membahas penampilan Senzu, dengan berbagai komentar positif seperti “Senzu is HIM”, “56 kill? Gila banget!”, hingga “Masterclass performance” sebagai bentuk kekaguman atas permainannya.

Pertandingan antara The MongolZ dan G2 sendiri berlangsung dalam sistem Swiss Round 5 Best of 3, dan pada hari itu The MongolZ menang 2–0 secara mengejutkan, dengan skor Dust2 28–25 dan Ancient 13–6.

Dengan hasil itu, The MongolZ resmi menjadi tim Asia pertama yang berhasil lolos ke babak playoff hingga mencapai Grand Final turnamen Major CS2, yang merupakan pencapaian terbesar dalam sejarah esports Asia sejauh ini, seperti dilaporkan ButWhyTho.

Dalam wawancara dengan media tersebut, Senzu mengatakan bahwa ia dan timnya berlatih 8 sampai 10 jam setiap hari, dan menurutnya kesuksesan mereka bukan hanya karena bakat, tapi juga karena kerja keras dan rasa percaya satu sama lain.

Ia juga mengungkapkan bahwa ia sangat mengidolakan s1mple, pemain legendaris dari Ukraina, dan merasa sangat bangga karena akhirnya bisa bermain di level yang sama, bahkan bisa menang melawan tim-tim top dunia.

Jelang Grand Final melawan Vitality, semangat The MongolZ sedang sangat tinggi, terutama setelah rekan setimnya Techno4K mengatakan bahwa sekarang adalah “waktu balas dendam” dan semua pemain merasa sangat percaya diri.

 

Editor : ALengkong
#TheMongolZ #AustinMajor2025 #RekorKill #Senzu #CS2Major #CS2