JAGOSATU.COM - Meski belum umum, upacara kremasi hewan seperti anjing dan kucing telah menjadi kenyataan di beberapa tempat di Bali.
Salah satu tempat kremasi hewan yang mencuat adalah Bali Pet Burial Cremation, yang terletak di Kabupaten Tabanan, Bali, dan dimiliki oleh Made Darsana.
Menurut Bali Express (Jawa Pos Grup) pada Senin (4/12), Made Darsana mengungkapkan bahwa Bali Pet Burial Cremation muncul sebagai solusi bagi pemilik binatang peliharaan yang ingin mengubur hewan kesayangan mereka yang telah meninggal.
Inspirasi untuk membuka usaha ini muncul selama pandemi Covid-19, ketika mertuanya membutuhkan bantuan untuk mengkremasi seekor anjing.
Darsana menjelaskan, "Awal dibukanya kremasi hewan ini juga karena pandemi Covid-19.
Ini berawal dari mertua saya yang dimintai tolong untuk mengkremasi anjing, dari sana saya berpikir untuk membuka usaha kremasi hewan ini."
Usaha ini berkembang pesat, dengan Bali Pet Burial Cremation melayani kremasi hewan sebanyak dua hingga lima ekor setiap hari.
Darsana awalnya mencari pelanggan dengan promosi langsung ke klinik-klinik hewan.
Layanan yang ditawarkan disesuaikan dengan permintaan pemilik binatang peliharaan.
Misalnya, untuk pemilik beragama Islam atau Kristen, mungkin hanya diminta untuk memandikan hewan.
Sementara itu, pemilik beragama Hindu bisa meminta layanan lengkap dengan banten, sarana permohonan seperti daksina, pejati, atau kwangen.
Darsana tidak menetapkan tarif untuk layanan kremasi hewan ini. "Seikhlasnya para pemilik anabul saja.
Sebab, tidak semua pemilik anabul itu mampu, jadi kami tidak menetapkan tarif," jelas Darsana.
Dengan prinsip ini, Darsana merasa tidak pernah merugi karena tujuan utamanya adalah untuk membantu dengan tulus.
Beberapa pemilik binatang peliharaan mungkin tidak mampu membayar mahal, tetapi tetap ingin memberikan yang terbaik untuk hewan kesayangan mereka.
Bali Pet Burial Cremation tidak hanya menawarkan layanan kremasi, tetapi juga menyediakan layanan penguburan hewan.
Namun, layanan ini tidak begitu populer saat ini karena lebih banyak orang yang memilih mengkremasi hewan peliharaan mereka.
Setelah menjalani proses kremasi, abu dari binatang peliharaan ini biasanya dibawa pulang oleh pemiliknya.
Namun, bagi pemilik beragama Hindu, abu hewan akan dihanyutkan ke laut sebagai bagian dari tradisi. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey